28 Pasangan Calon Kepala Daerah Terima Nomor Urut

LAMPUNG — KPU Lampung akhirnya menetapkan 28 pasangan calon (paslon) kepala daerah yang akan berlaga di Pilkada 9 Desember 2015. Dibandingkan masa pencalonan lalu yang mencatat 29 paslon, jumlah ini berkurang satu. Perubahan terjadi di Kabupaten Lampung Timur (Lamtim). Berdasarkan hasil rapat pleno kemarin (24/8), dari empat paslon yang mendaftar, KPU hanya menetapkan tiga.
Ketiga pasang calon yang dinyatakan memenuhi syarat, kemudian ditetapkan, semuanya berasal dari partai politik. Masing-masing Erwin Arifin–Prio Budi Utomo (PDIP, PKS, dan PAN); Chusnunia Chalim–Zaeful Bokhari (Partai Demokrat dan PKB); serta Yusran Amirullah–Sudarsono (NasDem, Gerindra, dan Golkar).
Satu paslon lain yaitu dari jalur perseorangan Yulianto–Achroji dinyatakan tidak memenuhi syarat karena dukungannya masih berada di bawah batas minimal. Ketua KPU Lamtim Andri Oktavia menyatakan, batas minimal dukungan untuk calon perseorangan sebanyak 71.890 jiwa. Sedangkan total dukungan Yulianto-Achroji masih kurang 5.442 jiwa.
Diketahui, saat mendaftarkan diri sebagai balon bupati dan wakil bupati, Yulianto-Achroji menyerahkan dukungan sebanyak 98.197 jiwa. Namun setelah dilakukan verifikasi tahap pertama, dukungan Yulianto-Achroji yang memenuhi syarat hanya 64.478 jiwa. Sehingga, pasangan tersebut masih harus memenuhi kekurangan dukungan sebanyak 7.412 jiwa. Sesuai ketentuan, maka dukungan tambahan yang harus diserahkan dua kali lipat dari kekurangannya.
Selanjutnya, pada 5 Agustus 2015, Yulianto-Achroji menyerahkan dukungan tambahan sebanyak 25.368 jiwa yang tersebar di 22 kecamatan. Dukungan tambahan itu kemudian diverifikasi kembali oleh PPS. Namun berdasarkan hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU Lamtim pada Kamis (20/8) lalu, dukungan tambahan Yulianto-Achroji yang memenuhi syarat hanya 1.970 jiwa. Dengan kata lain, untuk memenuhi batas minimal masih terdapat kekurangan sebanyak 5. 442 jiwa.
Sementara itu, untuk tujuh kabupaten/kota lain yang juga akan menyelenggarakan pilkada, tidak terdapat perubahan. KPU masing-masing kabupaten/kota menetapkan paslon sama dengan jumlah yang mendaftar sebelumnya.
Penetapan ini berdasarkan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 12 Tahun 2015 tentang Persyaratan Pencalonan. Kesemua calon yang ditetapkan dianggap telah memenuhi syarat dan berhak ditetapkan sebagai paslon bupati/wali kota yang akan dipilih pada 9 Desember mendatang. Syarat itu di antaranya sehat jasmani dan rohani; tidak menggunakan narkotika; ijazah tervalidasi; serta tidak pernah dituntut dengan hukuman lima tahun kurungan.
KPU juga memberikan waktu 60 hari bagi PNS dan anggota legislatif untuk mengundurkan diri sejak ditetapkan sebagai calon. Jika sampai waktu yang ditentukan tidak menyerahkan surat pemberhentian, maka calon bersangkutan dengan terpaksa harus dibatalkan sebagai calon. 
Kesemua pasangan calon tersebut sudah memperoleh nomor urut masing masing sesuai penetapan masing masing di KPU setempat. Penetapan nomor urut yang diperoleh secara undian tersebut rata rata dimaknai sebagai keberuntungan atas nomor yang diperoleh masing masing calon.
Paska penetapan calon kepala daerah, KPU Lampung Selatan selaku penyelenggara pemilu di Kabupaten Lampung Selatan  mengundi nomor urut, sesuai dengan tahapan Pilkada Lampung Selatan dan berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU lamsel nomor 04/kpts/KPU-kab/008 435620/2015, tentang tahapan, program dan jadwal.
Mekanisme Pengundian nomor urut menurut ketua KPU Lampung Selatan Abdul Hafidz, pasangan calon duduk dikursi berdasarkan kedatangan, lalu pengundian dilakukan oleh pasangan calon yang datang.
“Mekanismenya seperti itu, hampir sama dengan Pilkada sebelumnya,” terangnya di kantor KPU Lampung Selatan, Selasa (25/8/2015).
Setelah dilakukan proses pengundian para calon kepala daerah yang akan bertarung di Pilkada Lampung Selatan akhirnya memperoleh nomor urut masing masing. Pasangan calon bupati dan wakil bupati Sholeh Bajuri-Ahmad Ngadelan Jawawi memperoleh nomor urut 1, pasangan calon bupati Rycko Menoza-Eki Setyanto memperoleh nomor urut 2 dan pasangan calon bupati Zainudin Hasan-Nanang Ermanto memperoleh nomor urut 3.
Sementara itu, Kapolres Lampung Selatan AKBP Hengki mengatakan  untuk pengamanan pengundian nomer urut calon Polres Lampung Selatan menerjunkan 100 personil.
Mantan Kapolres Metro tersebut mengungkapkan, dalam tahapan Pilkada anggota Polres Lampung Selatan akan terjunkan untuk lakukan pengamanan di KPU. Sementara itu setiap tahapan Pilkada, kata Hengki, jajaran Polres Lampung Selatan terjunkan porsonil dibantu oleh anggota TNI.
“Jumlah anggota yang diterjunkan berbeda di setiap tahapan. Pastinya kami siap mensukseskan Pilkada yang kondusif di Lamsel dan Pesawaran,” ujarnya.
Sementara itu di lapangan, anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) terus bergerak mencopot semua banner,Pamflet, spanduk, baliho milik tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati Lampung Selatan yang masih bertebaran di sepanjang ruas Jalan Lintas Sumatera.
Sebanyak ratusan pamflet,banner, baliho yang dilepas dari beberapa tempat diantaranya di pohon, rumah warga bahkan memenuhi sebanyak satu bak mobil L300. Pencopotan alat peraga kampanye tersebut dilakukan sebab aturan pemasangan alat peraga telah diatur oleh penyelenggara pemilu sesuai aturan yang berlaku.
“Kami copot semua alat peraga kampanye yang semual dipakai untuk sosialisasi tanpa terkecuali untuk semua calon dan kami lepas untuk selanjutnya dikumpulkan di kantor Satpol PP Kabupaten,”ungkap Andi salah satu anggota Satpol PP Lampung Selatan yang melepas banner di bakauheni.
SELASA, 25 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...