29 Mahasiswa UMY KKN di Perbatasan Indonesia-Malasyia

Peserta KKN UMY di Perbatasan Indonesia-Malaysia
YOGYAKARTA—Untuk pertama kalinya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerjunkan 29 mahasiswanya untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di pulau perbatasan Indonesia-Malaysia. Di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara. Tepatnya di desa Aji Kuning dan Maspul, Kabupaten Nunukan. KKN akan berlangsung selama dua bulan, mengangkat tema Pemberdayaan Masyarakat Perbatasan Indonesia-Malaysia di Pulau Sebatik, Kalimantan Utara.
Selama ini, kawasan perbatasan Indonesia-Malasyia seringkali ada masalah. Mulai dari penyelundupan narkoba, penggunaan dua mata uang, dan ketiadaan fasilitas pendidikan bagi para anak-anak TKI yang ada di perbatasan. Bahkan, beberapakali Malasyia dikabarkan menggeser tapal batas negara. Kondisi itu disinyalir karena kurangnya perhatian pemerintah terhadap warga di perbatasan, sehingga jiwa nasionalisme warga perbatasan sangat kurang. Tidak adanya fasilitas pendidikan bagi anak-anak TKI (Tenaga Kerja Indonesia) yang berada di perbatasan bahkan menyebabkan kasus buta aksara bagi anak-anak TKI meningkat.
“Karena permasalahan-permasalahan itulah, UMY akan mencoba membantu masyarakat setempat untuk mengatasinya melalui program KKN Tematik UMY yang akan dilaksanakan sejak Agustus-Oktober 2015 ini”, ujar Gunawan Budiyanto, Wakil Rektor I UMY, sembari mengimbuhkan, sebanyak 29 mahasiwa peserta KKN di perbatasan Malasyia-Indonesia akan diberangkatkan pada Rabu, (18//7), subuh.
Menurut Gunawan, program KKN ke Pulau Sebatik yang merupakan KKN Khusus oleh UMY ini akan berlanjut sampai tahun 2017. Roadmap kegiatan yang akan dijalankan sudah dicanangkan oleh mahasiswa-mahasiswa yang menjadi peserta KKN tersebut. Tahun 2015 ini, katanya, KKN ditujukan untuk bidang pendidikan nasionalisme dan ekonomi kreatif. Lalu pada tahun 2016 akan dilanjutkan dengan pendampingan kesehatan dan ekonomi pariwisata, dalam rangka menumbuhkan nasionalisme. “Dan, tahun 2017 rencananya akan menjadikan Pulau Sebatik tersebut sebagai kawasan wisata”, cetusnnya.
Program KKN Khusus UMY ke daerah perbatasan merupakan program KKN yang terselenggara melalui Program Sinergitas Pendidikan, Ekonomi Kreatif dan Penguatan Karakter Pemuda Berbasis Moral dan Intelektual. KKN Khusus yang baru diselenggarakan pertamakali ini juga didukung penuh oleh Kementrian Sosial RI, sehingga para mahasiswa peserta KKN akan lebih dimudahkan.
Potensi Wisata dan Nasionalisme
Tak berlebihan, jika program KKN Khusus mahasiswa UMY tersebut juga akan mengupayakan Pulau Sebatik sebagai obyek wisata. Pulau Sebatik, jelas Gunawan, memiliki sekitar 360,0 Ha perkebunan kelapa sawit atau sekitar 60 persen dari lahan yang ada. Potensi lahan tambak di Kecamatan Sebatik ada 17,41 Ha, sedangkan pada sektor perikanan sebanyak 5,7 persen masyarakatnya berprofesi sebagai nelayan dengan produk unggulan ikan teri ambalat. Sementara itu di bidang potensi obyek wisata, lanjut Gunawan,  di Pulau Sebatik setidaknya ada 6 obyek wisata yang cukupo menarik, salah satunya Sungai Taiwan yang memiliki pasir berwarna kuning. “Sangat disayangkan sumber daya alam yang ada begitu melimpah, namun sumber daya manusianya  sangat, sehingga perekonomiannya pun lemah”, tegas Gunawan.
Sementara itu Deni Febrian, mahasiswa jurusan Hubungan Internasional UMY selaku Koordinator Rombongan, mengaku jika KKN di pulau perbatasan itu nanti akan mengupayakan pengembangan ekonomi kreatif melalui pelatihan pengolahan pangan berbasis lokal, serta pembuatan aksesoris bertema nasionalisme. Kami para mahasiwa, kata Deni, juga akan melakukan gerakan masyarakat Sebatik melek ekonomi pariwisata, pelatihan akuntansi dasar, program giat menabung, dan pelatihan kewirausahaan bagi para TKI.
“Bahkan, kami juga akan mengadakan pelatihan IT bagi penduduk setempat, karena menurut hasil survei yang kami lakukan sebelumnya, penduduk di sana masih sangat kurang mengerti tentang IT. Selain itu, kami juga akan mengembangkan pendidikan di bidang, seni dan budaya, terutama bagi anak-anak TKI, serta sosialisasi tentang kesehatan. Semua kegiatan tersebut akan dipusatkan di Rumah Bakti Negeri yang merupakan sebuah bangunan fisik yang bisa berfungsi sebagai pusat produksi, koperasi dan juga tempat belajar bagi anak-anak Sebatik”, bebernya.
KKN Tematik di Pulau Sebatik berupaya meningkatkan kualitas pendidikan peserta didik di wilayah perbatasan Indonesia, melalui Gerakan Pencerdasan dan Penumbuhan Generasi Berkarakter. Menjadikan pendidikan sebagai kebutuhan utama masyarakat di wilayah perbatasan, khususnya di Desa Aji Kuning Pulau Sebatik. Menumbuhkan rasa memiliki NKRI kepada masyarakat perbatasan melalui pagelaran dan pertunjukan budaya lokal seluruh Indonesia. Menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan. Meningkatkan kualitas ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan melalui gerakan ekonomi kreatif berbahan baku lokal dan berwawasan nasionalisme. Meningkatkan dan menguatkan perekonomian masyarakat Pulau Sebatik dengan penguatan ekonomi kreatif. Ikut membantu pemerintah dan masyarakat dalam memaksimalkan potensi sumber daya yang ada di Pulau Sebatik. Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Pulau Sebatik, khususnya Sebatik Tengah.
SELASA, 11 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Koko Triarko
Foto : Koko Triarko
Editor : Gani Khair
Lihat juga...