45 Napi dan Anak Pidana di Papua, ‘Merdeka’ saat HUT NKRI

Kantor Wilayah Kemenkumham Provinsi Papua
JAYAPURA — Sebanyak 45 Narapidana dan Anak Pidana di Papua mendapatkan kebebasan di hari ulang tahun ke 70 Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus mendatang. Jumlah tersebut dari total 1.746 para penghuni lapas di Papua yang mendapatkan Remisi Umum dan Remisi Khusus Dasawarsa 10 Tahun.
Data yang dihimpun Cendana News, terkait dua potongan masa pidana pada 8 Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan 2 rutan di Papua, terhitung total keseluruhan yang mendapat Remisi Umum dan Remisi Khusus Dasawarsa 10 tahun, yakni 839 dan 907 orang.
Remisi umum berjumlah 767, diantaranya 752 orang mendapat pengurangan masa pidana dan masih menjalani sisa pidananya, sisanya 15 orang akan bebas. Sementara, remisi khusus Dasawarsa setiap 10 tahun berjumlah 835, diantaranya 805 orang masih menjalani sisa pidananya, sisanya 15 orang akan bebas saat hari kemerdekaan RI ke-70 mendatang. Selain itu, terkait pasal 34 ayat 3 PP 28 sebanyak 28 orang dan pasal 34 ayat 1 PP 99 sebanyak 48 orang.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Papua,  Abner Banosro mengatakan, ada delapan lapas yang ada di Papua antara lain, lapas Abepura, Narkotika, Merauke, Timika, Biak, Serui, Nabire dan Wamena. Selain itu, Rutan cabang Tanah Merah dan Pas Militer Jayapura.
Pemerintah berikan program pengurangan masa tahanan kepada narapidana yang mendekam di seluruh lapas dalam rangka HUT RI ke-70 dan remisi Dasawarsa yang diberikan setiap 10 tahun sekali.
“Ini bertujuan sebagai sarana motivasi agar mereka bisa lebih berbuat baik selama didalam sel tahanan. Juga untuk mempercepat proses integrasi mereka ke masyarakat luas,” kata Banosro di Kota Jayapura, Sabtu (15/08/2015).
Ia membenarkan sebanyak 1.746 mendapatkan remisi dari pemerintah pusat melalui Kanwil Kemenkumham Papua yang telah dikeluarkan pada tanggal 13 Agustus kemarin. “Jadi total yang akan bebas pada hari kemerdekaan RI nanti ada 45 orang,” ujarnya.
SABTU, 15 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...