Adik Kandung Bupati SBB Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi di Disdikpora

AMBON — Satu per satu korupsi di lingkup Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dibongkar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku.
Informasi yang berhasil dihimpun Cendana News Senin (10/8/2015) di kantor Kejati Maluku menerangkan, kasus dugaan tipikor lingkup Pemkab SBB yang sedang dibongkar Korps Adhyaksa Maluku adalah, anggaran penunjang program di Dinas Pendidikan dan Olahraga (Disdikpora), tahun 2012 hingga 2014 sebesar Rp.6 miliar.
Untuk menelusuri siapa penyeleweng anggaran negara di Disdikpora kabupaten SBB, tim jaksa penyidik mulai masuk ke pihak berkompeten. Tak tanggung, tim jaksa penyidik langsung memeriksa dua adik kandung Bupati SBB, Jakobus Frederik Puttileihalat.
Mereka adalah, Fransyane Puttileihalat selaku Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten SBB, dan Louisa Puttileihalat, mantan Kadis Pendidikan dan Olahraga Kabupaten SBB.
Sesuai data yang dihimpun di kantor Kejati Maluku kemarin menerangkan, mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Kabupaten SBB, Louisa Puttileihalat diperiksa mulai pukul 11.00 WIT hingga pukul 14.27 WIT. Tampak terperiksa didampingi salah satu perempuan.
Sedangkan Plt Disdikpora Kabupaten SBB, Fransyane Puttileihalat diperiksa mulai pukul 11.00 WIT hingga pukul 16.00 WIT.
Kasus ini ditangani oleh Korps Adhyaksa Maluku lantaran total anggaran tahun 2012 – 2014 sebesar Rp 6 miliar, sementara untuk penunjang program di Disdikpora Kabupaten SBB, cuma Rp 2 miliar.
Sebelumnya, beberapa saksi juga telah dimintai keterangan oleh tim jaksa penyidik Kejati Maluku. Diantaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab SBB, Mansyur Tuharea.
SENIN, 10 Agustus 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...