Akses Jalan Mau Ditutup, Warga di Mataram Demo Pengembang Mall

MATARAM — Puluhan Warga Kelurahan Punie Kota Mataram melakukan aksi unjuk rasa menolak pembangunan pusat perbelanjaan terbesar di Kota Mataram, Lombok Evicentrum Mall (LEM) di eks Kantor Bupati Kabupaten Lombok Barat (Lobar) karena pembangunan yang dilakukan pihak pengembang tidak memperhatikan keberadaan dan nasib warga yang tinggal di sekitarnya.
“Kami menolak keberadaan LEM, karena tidak mempedulikan nasib warga sekitar apalagi dengan rencana penutupan jalan yang merupakan satu-satu akses akses jalan bagi warga Lingkungan Punie bagian selatan, jangan mentang punya uang banyak terus semaunya membangun, tanpa memperhatikan keberadaan warga,” kata Putu Ari Aramayanti, warga Kelurahan Punie Mataram, Senin (31/8/2015).
Putu menilai, semenjak pembangunan LEM dimulai beberapa bulan lalu, pihak pengembang LEM tidak pernah melakukan koordinasi dan melakukan kominikasi dengan warga, seolah-olah kami ini tidak dianggap ada, padahal bagaimanapun, waga sekitar LEM jelas akan terkena dampak dari pembangunan, termasuk dengan rencana penutupan akses jalan satu-satunya yang biasa digunakan warga Kelurahan Punie keluar masuk menuju jalan raya.
Hermansyah, warga Kelurahan Punie lain menambahkan, atas tindakan sepihak pihak pengembang yang hendak menutup satu-satunya akses jalan bagian selatan Keluranhan Punie, warga telah melaporkan ke Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dan Pemerintah Kota Mataram, supaya diberikan sangsi.
“Kami tidak minta uang, tidak minta apa-apa dari pihak LEM, tapi yang kami minta tolong perhatikan nasib warga sekitar yang terkena dampak pembangunan dan juga tidak menutup jalan satu-satunya yang menghubungkan permukiman warga Punie dengan jalan raya bagian selatan,” ungkapnya.

SENIN, 31 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...