Antisipasi Penyelundupan, Balai Karantina Pertanian Lampung Lakukan Razia


LAMPUNG—Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni Lampung berkordinasi dengan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni melakukan razia di area pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung.
Razia yang dilakukan setiap hari tersebut difokuskan bagi kendaraan kendaraan pengangkut komoditas pertanian,peternakan asal Pulau Sumatera yang akan dibawa ke Pulau Jawa melalui Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.
Ia mengungkapkan, razia dimaksudkan untuk meminimalisir dan bahkan mencegah pengiriman daging celeng ilegal yang berasal dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa.
“Kita lakukan langkah preventif setelah berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian dan di lapangan berkoordinasi dengan pihak kepolisian diantaranya merazia kendaraan yang melintas,”ujar Azhar saat dikonfirmasi di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan pada Senin(10/8/2015)
Tak hanya melibatkan puluhan anggota Kepolisian dan Karantina Pertanian razia tersebut bahkan melibatkan satu ekor anjing pelacak jenis anjing Labrador yang bertugas untuk memeriksa barang barang yang dibawa oleh pengendara yang akan melintas. Razia semakin diperketat setelah seminggu sebelumnya BKP dan KSKP Bakauheni mengamankan sebanyak 1,5 ton daging celeng ilegal asal Bengkulu yang akan dibawa ke daerah Tangerang.
Dalam razia tersebut diamankan sementara sebuah kendaraan kontainer dengan muatan komoditas ikan yang hanya dilengkapi nota pembelian dengan tanpa disertai dokumen pengirim dan penerima. Menurut Azhar kendaraan truk kontainer bernomor polisi BK 9499 PQ tersebut tak menyertakan dokumen ekspor impor meski berdasarkan keterangan sopir komoditas ikan laut yang diboxnya berbahasa Cina tersebut akan diekspor.
“Keterangan sopir dan pengurus barang berupa ikan jenis blosow atau ikan tongkol ukuran kecil tersebut berasak dari Belawan Medan dan akan dibawa ke Tanjung Priok,”ungkap dr Azhar.
Selanjutnya untuk proses penyelidikan lebih lanjut terkait dokumen pengiriman ikan tersebut BKP berkoordinasi dengan Balai Karantina Ikan Bakauheni sebab wewenang terkait komoditas perikanan merupakan domain karantina perikanan.
Sementara itu Kepala Karantina Ikan wilayah kerja Bakauheni, Catur, saat dikonfirmasi mengungkapkan masih memeriksa kelengkapan dokumen kontainer berisi ikan tersebut. Seharusnya menyertakan dokumen karantina ikan dari daerah asal untuk ikan tongkol kecil.
“Pengirim tidak berhasil menunjukkan dokumen asal ikan tersebut serta dokumen tujuan bahkan tidak berdokumen karantina ikan yang dipersyaratkan,“ujar Catur Sugeng Udiyanto.
Dari data awal diketahui pengurus dari jasa penyeberangan kendaraan tersebut, ikan akan dibawa ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk diekspor.
SENIN, 10 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Henk Widi
Foto : Henk Widi
Editor : Gani Khair
Foto selengkapnya yang berhasil diambil oleh Henk Widi, Jurnalis Cendana News wilayah Lampung

Lihat juga...