Antisipasi Virus Mers, Jamaah Calon Haji Embarkasi Padang Divaksin

virus mers dari mikroskop [net]
PADANG — Ketakutan akan terjangkitnya virus Middle East Respiratory Syndrome (MERS) saat melaksanakan ibadah haji. Para jamaah calon haji (JCH) embarkasi Padang diberikan vaksin meningitis.
MERS-CoV adalah penyakit sindrom pernapasan yang disebabkan oleh virus corona yang menyerang saluran pernapasan mulai dari yang ringan sampai dengan berat. Virus ini dapat menular antar manusia secara terbatas. Penularannya dapat terjadi secara langsung dan tidak langsung. Penularan langsung melalui percikan dahak pada saat pasien batuk atau bersin, sementara penularan tidak langsung lewat kontak dengan benda yang terkontaminasi virus.
Penularan virus ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin meningitis. Dengan vaksin tersebut, daya tahan tubuh penerima jauh lebih meningkat sehingga bisa mencegah penyebaran virus MERS.
Pemberian vaksin tersebut dilakukan sudah jauh-jauh hari, namun petugas kesehatan kembali melakukan pengecekan. Sebagaimana yang disampaikan oleh Petugas kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Padang Darwati, mengatakan bahwa calon jamaah diberikan vaksin tersebut sejak tanggal 5 Agustus 2015.
“Sebelumnya, Jamaah diberikan Vaksin di Puskesmas terdekat dari lokasi rumah, vaksin diberikan merata ke seluruh Jamaah, bagi jamaah yang tidak menerima Vaksin, tidak bisa berangkat,” Ujarnya.
Tidak hanya vaksin, calon jamaah juga menjalani pemeriksaan kesehatan ulang untuk mengetahui riwayat penyakit. Setelah diperiksa ulang, para JCH akan ditentukan sesuai kerentanan penyakitnya.
“Nanti jamaah ini akan dikelompokkan sesuai dengan tingkat riwayat penyakitnya untuk mendapatkan layanan kesehatan yang sesuai saat menjalani ibadah haji di Tanah Suci,” jelasnya.
JCH yang akan diberangkatkan dan saat ini sudah masuk Asrama Haji, Tabing, Padang diberikan sejumlah obat-obatan berupa krim anti keram (Molakrim), Masker, Oralit, dan obat luka. Selain itu, mereka juga didampingi petugas selama di Tanah Suci.
“Di Tanah Suci nanti jamaah ini akan dikawal oleh petugas kesehatan yang di Arab Saudi, obat-obatan ini digunakan untuk keadaan terdesak saja,” pungkasnya.

KAMIS, 20 Agustus 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...