ASDP Perbaiki Sarana Bantu Navigasi Pelayaran di Selat Sunda

Sarana Bantu Navigasi Pelayaran
LAMPUNG — Memaksimalkan fungsi rambu laut di Selat Sunda, PT ASDP melakukan perbaikan dan pemeliharaan beberapa unit Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP). Perbaikan itu mencakup kerusakan akibat tertabrak atau tersenggol kapal seperti yang terjadi saat KMP Mutiara Persada 2 terdampar di karang perairan Bakauheni Lampung. [Baca juga : Kapal Penumpang Mutiara I Terdampar di Pulau Kandang Selat Sunda]
Sementara untuk pemeliharaan dilakukan, mengingat beberapa unit sarana bantu navigasi di Selat Sunda rata rata sudah berusia lebih dari 30 tahun. Bahkan dari data laporan pemeliharaan di Pelabuhan Merak Banten dan Bakauheni yang berada di satu lintasan Selat Sunda alat alat navigasi laut tersebut dipasang sejak tahun 1983.
Beberapa alat navigasi laut yang sangat penting diantaranya rambu merah alur masuk, rambu merah alur keluar,rambu merah breack water,rambu hijau alur masuk, rambu hijau yang rata rat merupakan jenis bouy apung. Kerusakan tersebut segera diperbaiki mengingat pentingnya alat navigasi untuk kapal roll on roll off (Roro) yang berada di alur masuk atau di alur keluar.
Dari pantauan Cendana News, kendala yang dihadapi PT ASDP Bakauheni melalui bagian pemeliharaan alat navigasi dalam memperbaiki alat tersebut diantaranya kondisi perairan yang tak bersahabat dan sarana perbaikan yang menggunakan perahu nelayan tradisional. 
“Terkadang saat gelombang tinggi perbaikan sementara kita hentikan kemudian kita lanjutkan saat cuaca membaik terutama saat proses pengelasan kita harus lebih hati-hati,”ungkap Mimin salah satu pekerja lampu bouy di perairan Bakauheni.
Sementara itu, pelaksana perbaikan sarana di pelabuhan Merak, Radmiadi menyebutkan, beberapa sarana bantu terlihat miring akibat tertabrak KMP Nusa Jaya. 
Disebutkan, selain perbaikan kerusakan pada rambu laut juga perawatan pada pada rambu laut akibat korosi, dihinggapi kerang laut atau perbaikan poada sollar cell. 
“Alat navigasi terlihat sederhana namun fungsinya sangat penting terutama pada cuaca buruk atau munculnya kabut yang bisa mengakibatkan kecelakaan kapal, dan rambu laut tersebut sangat diperlukan nahkoda kapal,”ungkap Radmiadi kepada Cendana News, Selasa (11/8/2015).
Pemeliharaan alat alat navigasi tersebut untuk memastikan alat alat navigasi berfungsi dengan baik untuk pelayaran kapal kapal yang ada di Selat Sunda. Dalam sehari kapal kapal yang melakukan pelayaran di lintasan Selat Sunda dari pelabuhan Bakuheni menuju Pelabuhan Merak Banten rata rata mencapai 80-90 trip dengan jumlah kapal sebanyak 27-28 kapal Roll on Roll Off.

SELASA, 11 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...