Badan Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar Hanya Miliki 28 Naskah Kuno


BUKITTINGGI—Dari puluhan bahkan ratusan naskah kuno yang mungkin masih tersisa di seluruh wilayah Propinsi Sumatera Barat, Badan Kearsipan dan Perpustakaan setempat hanya berhasil mengumpulkan sebanyak 28 eksemplar naskah kuno saja.
Staf Pelestarian Bahan Pustaka bagian Deposit, Suhirman, mengatakan bahwa pihaknya hanya bisa mengumpulkan naskah-naskah kuno yang berisi rentetan kejadian saat masa-masa lampau itu sebanyak 28 saja.
“ Kebanyakan ahli waris tak mau menyerahkan kepada kami naskah-naskah tersebut karena alasan historis maupun kebanggaan keluarganya,” kata Suhirman pada Cendana News, Kamis (13/8/2015). 
Meski pihaknya menjanjikan perawatan yang baik terhadap naskah tersebut, kebanyakan ahli waris enggan menyerahkannya. 
“Kendati ahli waris tak mau menyerahkan, kami pakai metode alih media,” lanjutnya. 
Metode alih media ini dipakai dengan cara mendokumentasikan naskah-naskah lewat berbagai fotography hingga bisa dipublikasikan meski itu hanya lewat video atau gambar saja.
“Kebanyakan naskah tersebut di dapat dari Dharmasraya, Pariaman, Pesisir Selatan dan Pasaman lewat berbagai negosiasi alot. Bahkan terkadang kami membeli naskah tersebut,” kisah Suhirman.
Semua naskah yang berhasil didapat dan dirawat secara khusus itu berisi tentang sejarah, mistik dan ilmu pengobatan yang ditulis dengan huruf arab. Untuk membaca isinya, pihak Kearsipan dan Perpustakaan memakai jasa pihak ke-tiga. 
“Biasanya dari UNAND dan IAIN Imam Bonjol,” pungkasnya.

KAMIS, 13 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Muslim Abdul Rahman
Foto : Muslim Abdul Rahman
Editor : Gani Khair
Lihat juga...