Basarnas Teruskan Pencarian Korban Hilang Tabrakan Kapal

LAMPUNG — Tim Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Lampung akan melanjutkan proses pencarian korban hilang akibat insiden kecelakaan laut yang terjadi di perairan Selat Sunda. Tepatnya di sekitar Pulau San Tiga atau Tumbu Tiga Lampung Selatan.
Menurut Kasatpolair Polres Lampung Selatan Iptu Baharudin, insiden kapal nelayan pencari rajungan di perairan Selat Sunda tertabrak tongkang di lintasan sekitar Pulau San Tiga atau Tumbu Tiga Lampung Selatan Provinsi Lampung tersebut langsung ditangani oleh pihaknya dengan melakukan pencarian di lokasi kejadian hingga radius beberapa mil kapal nelayan yang tenggelam pasca ditabrak.
“Kami lakukan pencarian bahkan hingga mendekati pulau Legundi yang masuk di wilayah Kabupaten Pesawaran namun pencarian hari pertama nihil baik kapal maupun korban yang tenggelam setelah ditabrak tongkang,”ungkap Iptu Baharudin kepada Cendana News, Selasa (18/8/2015).
Pada hari pertama Senin (17/8) Cendana News bahkan bersama kedua korban selamat Suminta sang nahkoda dan Ade sebagai Anak Buah Kapal KM Mandiri yang diselamatkan oleh nelayan KM Kurnia Ilahi menyisir di perairan Suak Sidomulyo. Pencarian dilakukan oleh beberapa anggota polair dari Ditpolair Polda Lampung dan Satpolair Polres Lampung Selatan sempat melakukan pencarian menggunakan kapal patroli di kordinat lokasi hilangnya kapal paska tertabrak.
Namun hasil pencarian hari pertama masih nihil dan belum membuahkan hasil. Dua korban selamat setelah memberi keterangan kepada petugas langsung dibawa ke kantor Polair Polres Lampung Selatan untuk menjalani pengobatan dan penyembuhan trauma paska tabrakan.
“Hari ini kita lakukan penyidikan terlebih dahulu terhadap kapal tongkang yang diduga menabrak KM Mandiri karena ciri ciri kapal tongkang penabrak tak bisa dikenali korban sebab kejadian tabrakan masih dini hari,“ungkap anggota Ditpolair Polda Lampung brigadir Wartadi.
Sementara itu proses pencarian dengan penyisiran di area sekitar tabrakan akan dilakukan oleh tim Basarnas Lampung esok hari Rabu (19/08/2015) untuk mencari dua orang korban masih dinyatakan hilang.
Kepala Tim Basarnas Lampung Akri saat dikonformasi mengaku akan menerjunkan tim pencarian yang akan membuka posko di dermaga Canti Kecamatan Rajabasa yang lokasinya berdekatan dengan tempat terjadinya insiden tabrakan kapal tersebut. Sesuai prosedur pencarian akan dilakukan hingga tujuh hari hingga korban ditemukan.
Dua  korban yang belum ditemukan diantaranya Rianto (17) dan Jepri (20) keduanya warga Indramayu yang merupakan kerabat nahkoda serta anak pemilik kapal.
Lintasan Sibuk Kapal Kapal Internasional
Lokasi tertabraknya kapal nelayan pencari rajungan yang berada di antara Pulau Sebuku dan Pulau San Tiga merupakan jalur lintasan kapal kapal berbagai jenis. Salah satu pemilik kapal bagan di pantai Boom Kalianda Ahmadi (40) bahkan mengungkapkan ia dan crew kapal pernah akan tertabrak sebuah kapal tanker yang berasal dari arah Laut Jawa menuju Perairan Lampung.
Ia menegaskan kejadian tertabraknya KM Mandiri oleh kapal tongkang bukan kali pertama terjadi di perairan tersebut bahkan sebelumnya pun kapal nelayan pernah mengalami kejadian serupa akibat kelalaian pemilik kapal nelayan maupun pemilik tongkang.
“Selain kapal kapal nelayan kapal kargo Internasional yang akan melintas dari Samudera Hindia dari Panjang ke Laut Jawa pun melintas setiap hari di sini sehingga nelayan harus lebih berhati hati,”ungkap Ahmadi.
Ia bahkan menyarankan agar nelayan yang berasal dari daerah luar Lampung jangan berhenti atau melakukan istirahat di jalur Internasional tersebut melainkan berlindung di teluk sekitar Pulau Sebuku sehingga tidak akan tertabrak kapal. Diketahui kejadian tertabraknya KM Mandiri oleh sebuah tongkang terjadi saat crew kapal sedang tertidur dan berakibat tidak mengetahui kedatangan kapal tongkang.
SELASA, 18 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...