Batik Solo Trans Alternatif Angkutan Perkotaan Andalan Warga

SOLO —  Kota Solo atau yang juga disebut dengan Surakarta, bisa dibilang sebagai kota terbesar kedua di Provinsi Jawa Tengah setelah Semarang. Solo sebagai mana umumnya kota yang sibuk dan padat penduduk, tentu sangat memerlukan angkutan massal cepat atau Mass Rapid Transit (MRT) yang memadai.
Sebagai salah satu solusi, Pemkot Solo kini lama mengoperasikan Bus Rapid Transit ( BRT ) untuk melayani angkutan massal dalam perkotaan yang nyaman, terorganisasi dan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi pendukung lainnya, seperti terminal, stasiun dan bandara.
Pada awalnya sekitar Februari 2014, Batik Solo Trans ( BST ) hanya mempunyai dua jurusan ( koridor ) saja, namun  seiring dengan berjalannya waktu, kini BST telah memiliki delapan koridor atau jurusan. Sampai saat ini, BST telah memiliki lebih dari 35 halte ( tempat pemberangkatan dan tempat pemberhentian ) dari total 50 halte yang direncanakan.
Tapi pada intinya secara umum, BST berangkat dari Palur – Jurug – Kampus UNS – RS Moewardi – Pasar Gede – Gladak – Kustati – Gading – Sraten – Jamsaren – Tipes – Bhayangkara – Baron – Gendengan – Purwosari – Kleco – Pabelan dan berakhir di Kartasura.
Sebaliknya ada yang berangkat dari Kartasuro – Pabelan – Kleco – Purwosari – RS Kasih Ibu – Gendengan – SGM – Sriwedari – Nonongan – Lembaga Pemasyarakatan – Gladak – Bali Kota – Pasar Gede – RS Moewardi – Kampus UNS – Jurug dan berakhir di Palur.
Sekarang BRT delapan koridor, antara lain koridor 1 ( Bandara Adi Soemarmo – Palur ), koridor 2 ( Kartasuro – Palur ) lewat terminal Tirtonadi, koridor 3 ( Kartasuro Palur ) lewat Pasar Klewer, koridor 4 ( Kartasura – Solo Baru ) koridor 5 ( Mojosongo – Solo Baru ) koridor 6 ( Kadipiro – Semanggi ) koridor 7 ( Palur – Solo Baru ) dan koridor 8 ( Palur – Kartasura ).
Iwan Setiawan, salah satu mahasiswa yang sedang naik BST menyebutkan, harga tiket untuk dewasa dan pelajar berbeda.

“Saya kuliah di UMS Surakarta, setiap hari berangkat pagi dan pulang sore selalu naik bus ini, setahu saya harga tiket  BST untuk orang dewasa Rp. 4500 sedangkan harga tiket untuk pelajar atau anak sekolah Rp. 2000 ” terangnya.

Mulyadi, seorang penumpang BST menyebutkan, dirinya memilih naik bus saja, praktis tinggal bayar lalu duduk tidak repot, daripada naik sepeda motor, meski tidak setiap hari naik BST ini.
Sementara itu Agus, seorang petugas yang merangkap sebagai kondektur BST menjelaskan, rata – rata penumpang BST ini ramainya saat jam – jam  berangkat sekolah dan jam – jam berangkat kerja di pagi hari.

“Setelah itu cenderung sepi, nanti siang setelah Dhuhur ramai lagi karena anak – anak sekolah pada pulang, sedangkan sorenya penumpangnya penuh karena jam pulang kerja kantoran ” ujarnya

Sedangkan Yoyok sebagai Guru STM menyebutkan, keberadaan BST sangat penting bagi kota besar yang sedang berkembang seperti Kota Solo ini, dimana terbukti telah menjadi salah satu alternatif pilihan angkutan umum massal yang bersih dan dilengkapi dengan pendingin udara.
Dia menambahkan, dengan semakin berkembangnya BST, secara tidak langsung dapat mengurangi tingginya pemakaian kendaraan pribadi, diakui atau tidak kini BST telah terbukti mampu meminimalkan angka kecelakaan di jalan raya dan mampu mengurangi kemacetan lalu lintas yang semakin hari semakin tak terkendali, seperti di Ibu Kota Jakarta..

JUMAT, 21 Agustus 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...