Bawa Daging Celeng Tanpa Surat, Pelaku Gunakan Plat Palsu

LAMPUNG — Marakanya pengiriman daging celeng tanpa surat tak mebuat kapok dan tak membuat pelaku kehabisan akal. Pelaku pengiriman daging babi hutan atau daging celeng tanpa dokumen bahkan menggunakan “jurus” plat nomor kendaraan palsu. Seperti yang terjadi dalam penangkapan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni pada Minggu (23/8/2015) sekitar pukul 03:00 WIB saat pemeriksaan rutin oleh petugas Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni Polres Lampung Selatan.
Menurut Kanit Reskrim KSKP Bakauheni Iptu Pur Urip mewakili Kapol KSKP Bakauheni AKP Ferya Kurniawan, truk Vira Putri berwarna hijau asal provinsi Jambi tersebut diamankan karena kedapatan membawa muatan daging celeng yang disamarkan dalam sebanyak 50 karung sekam padi.
“Untuk mengelabui petugas sebanyak 22 koli daging celeng tersebut disembunyikan di bawah tumpukan karung sekam sehingga petugas kesulitan membongkarnya, namun saat dibongkar ditemukan daging celeng di tumpukan bawah,”ungkap Iptu Pur Urip di kantor KSKP Bakauheni Lampung Selatan, Minggu (23/8/2015).
Menurut pengakuan sang sopir, S (42) dan kernet Y (32) daging celeng tersebut diangkut dari sekitar daerah Indralaya Palembang Sumatera Selatan di sebuah gudang untuk dikirim ke daerah Solo Jawa Tengah. S mengaku diupah sebesar Rp.5juta untuk membawa daging celeng tersebut dari seseorang berinisial M yang mengirim barang tersebut.
S mengaku, semenjak dari gudang di daerah Palembang Sumatera Selatan,untuk mengelabui petugas di sepanjang perjalanan keduanya mengganti plat atas suruhan pemilik ekspedisi. Sementara itu plat nomor kendaraan BG 4671 MC dan AG 8179 UL juga dipergunakan pelaku untuk “mengecoh” petugas.
Penanggungjawab kantor Balai Karantina Pertanian Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan Bakauheni, drh. Azhari, mengungkapkan sejak awal kendaraan pembawa sebanyak 4 ton daging celeng tersebut sudah menjadi target operasi. Namun diduga ada pihak yang membocorkan sehingga pelaku mengganti plat nomer kendaraan sebelum truk tersebut sampai di Pelabuhan Bakauheni.
“Berkat kejelian petugas kami dan berkoordinasi dengan KSKP Bakauheni kami berhasil membongkar,”ungkap Drh,.Azhar.
Azhari mengungkapkan saat ini harga daging sapi di sejumlah wilayah mengalami kenaikan sehingga diduga pengiriman daging celeng dalam sepekan ini mulai marak, dua hari sebelumnya sebanyak 3 ton daging celeng dibawa dengan modus pengiriman jeruk nipis dari Palembang tujuan Solo. Pelaku berinisial SP (34) asal Trenggalek juga membawa daging celeng untuk dikirim ke Solo Jawa Tengah.
Ia menegaskan pengiriman daging celeng menggunakan alat angkut yang tanpa disertai dokumen karantina melanggar UU No 16 tahun 1992. Sebab alat angkut yang dipergunakan hanya menyertakan surat jalan tanpa dilengkapi keterangan memuat daging celeng. Akibat perbuatannnya pelaku terancam dikenai pasal 31 ayat (1) atau (2) jo pasal (6) huruf (a) dan (c) dengan ancaman hukuman 3 tahun penjara dan atau denda maksimal 200 juta.
“Persoalan pengiriman daging celeng ilegal bukan soal haram atau daging celeng tersebut dikonsumsi oleh siapa namun dikuatirkan daging dipergunakan oleh oknum tak bertanggungjawab bukan untuk peruntukkannya,”ungkapnya.
Dikuatirkan daging celeng tersebut dipergunakan untuk bahan pembuatan sosis, dendeng atau makanan lain, bahkan bisa saja dijual di pasar umum dengan cara dioplos menggunakan daging sapi.
Proses selanjutnya para pelaku saat ini masih diamankan di kantor BKP Pertanian Kelas I Bandarlampun Wilker Bakauheni untuk penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan data hingga saat ini BKP sudah mengamankan sebanyak 7 ton daging celeng yang dalam waktu dekat akan segera dimusnahkan dengan cara dibakar.


MINGGU, 23 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...