Besok, GAMKI Boikot Kantor DPD Partai Demokrat Maluku

AMBON — Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Maluku, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesai (GMKI) Cabang Ambon, Elemen Pemuda Gereja dan Konstituen/Pendukung Max Pentury, akan memboikot Kantor Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat (DPD PD) Maluku, Senin besok (24/8/2015) di Kota Ambon.
Penegasan ini disampaikan Jimmy Papilaya, Wakil Ketua Bidang Politik DPD GAMKI Maluku, kepada Cendana News di Ambon Minggu malam (23/8/2015).
Menurut Jimmy, pemboikotan kantor DPD PD Maluku itu dilakukan, menyusul pemecatan dilakukan Ketua Umum DPD PD Maluku, Jacobus Frederik Puttileihalat terhadap Max Pentury dari jabatannya selaku Wakil Ketua DPD Partai Demokrat Maluku.
“Senin esok pukul 10.00 WIT aksi pemboikotan kantor DPD Partai Demokrat Maluku itu kita lakukan,” tandasnya.
Atas pemecatan tersebut, menurut Jimmy, sesuai SK DPP PD Nomor 90/SK/DPP.PD/DPD/VII/2015 tertanggal 21 Juli 2015 menyatakan, jika peningkatan kinerja roda organisasai DPD PD Maluku sehingga dilakukan reposisi pengurus.
Ia mengkritik SK tersebut sesuai dengan penelusuran dan kajian yang dilakukan bersama pihaknya, dimana apa yang termaktub dalam SK tersebut sangat betolak belakang dengan fakta di lapangan.
Diungkapkan, contoh kasus, Reymond Semeul Puttileihalat (kakak kandung bupati SBB), yang berstatus Aparatur Sipil Negara/PNS sekaligus menjabat Plt Kadis PU Kabupaten SBB, sesuai SK DPD PD itu menjobkan yang bersangkutan sebagai Wakil Ketua Majelis Partai Daerah.
Kemudian, Lucas Uwratuw selaku terpidana korupsi juga dijobkan oleh Ketua DPD Maluku dalam posisi kepengurusannya sebagai Anggota Majelis Partai Daerah.
Selain itu, Ny. Odilia Jambormias yang sudah meninggal dunia pada 15 Januari 2015, tapi dalam SK, Ketua DPD PD Maluku Jacobus Frederik Puttileihalat menjobkan almarhum pada posisi Wakil Koordinator Pemberdayaan Perempuan.
“Jadi SK DPD PD Maluku tentang reposisi pengurus itu sangat kontroversial dengan fakta dari penelusuran serta kajian kami. Jelas sangat bertentangan dengan ketentuan yang ada,” tegasnya.
Menurutnya, Ketua Umum DPD PD Maluku yang memberhentikan kader aktif hanya bentuk manipulasi tak lain untuk mengamputasi peran politik saudara Max Pentury.
Jimmy menilai, kebijakan Jacobus Frederik Puttileihalat itu sepihak sehingga akan dilawan secara politik dengan melibatkan potensi seluruh pemuda Kristen termasuk masyarakat pendukung Max Pentury di Maluku, guna menghadang semua agenda Partai Demokrat mulai dari Pilkada, Pileg hingga Pilpres nanti.
Ditempat yang sama, Koordinator Mahasiswa asal Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Yanto Lemosol, kepada Cendana News Minggu malam menegaskan, ia bersama pihaknya juga akan terus melakukan perlawanan hingga Jacobus Frederik Puttileihalat tumbang dari posisi saat ini selaku Ketua Umum DPD Partai Demokrat Maluku.
Selain itu Yanto menegaskan, seluruh mahasiswa asal Kabupaten Seram Bagian Barat siap menumbangkan Jacobus Frederik Puttileihalat dari kekuasaannya di Partai Demokrat termasuk sebagai Bupati Kabupaten Seram Bagian Barat.
Bahkan sejumlah kasus dugaan tindak pidana korupsi yang kini melilit Bupati SBB Jacobus Frtederik Puttileihalat alias Bob dan kroni-kroninya, juga akan didorong agar pihak Kejaksaan Tinggi Maluku mengusutnya hingga yang bersangkutan dipenjarakan.
“Gerakan ini tidak main-main. Kami mendukung dan mendorong sepenuhnya Kejaksaan Tinggi Maluku menuntaskan sejumlah kasus dugaan korupsi yang diduga kuat dilakoni saudara Jacobus Frederik Puttileihalat dan keluarganya termasuk para kroni-kroninya, agar diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tegasnya.
Yanto dan Jimmy kompak menyatakan terkait sejumlah kasus dugaan korupsi yang melibatkan Bupati SBB, mereka berdua meminta agar pihak Kejaksaan Tinggi Maluku mengustnya hingga tuntas.
“Kejaksaan Tinggi Maluku harus jujur dalam menangani kasus dugaan korupsi yang di SBB yang diduga melibatkan saudara Jacobus Frederik Puttileihalat. Dan kami akan tetap mengawal kasus-kasus tersebut,” cetus Yanto dan Jimmy.

MINGGU, 23 Agustus 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...