Bisa Kaya dan Miskin Mendadak dengan Menanam Tembakau

Seorang petani saat mengikat daun tembakau yang baru saja dipetik di sawahnya
MATARAM — Dalam pandangan petani tembakau Pulau Lombok, ada istilah bahasa sasak “lamunte mele sugih mendadak talet mako, dait lamun mele miskin mendadak endah talet mako” (kalau mau kaya mendadak silahkan tanam tembakau dan kalau mau miskin mendadak juga tanam tembakau) dan semboyan tersebut sampai sekarang memang masih menjadi pegangan masyarakat.
“Menanam tembakau memang terkadang kalau pertumbuhan sedang tidak mengalami gangguan cuaca, pembayaran lancar, tidak ada hambatan, maka akan sangat menguntungkan, tapi sebaliknya, bisa mengalami kerugian mulai puluhan sampai ratusan juta rupiah” kata Siron, petani Desa Banyu Urip, Sabtu (16/8/2015).
Seron mengatakan, bagi masyarakat petani pulau lombok, tanaman tembakau memang sudah menjadi tanaman pertanian primadona, dari hasil tembakau tidak sedikit di antara masyarakat petani yang mendulang sukses secara ekonomi, mampu menunaikan ibadah haji termasuk dirinya yang mampu menyekolahkan anaknya sampai perguruan tinggi (PT).
Darmawan, petani tembakau lain mengaku semenjak tanaman tembakau dikenal, banyak masyarakat yang dulunya sering pulang pergi menjadi TKI sekarang lebih memilih bertani, menanami sawah dengan tembakau, lahan tidur yang dulunya banyak menganggur, sekarang menjadi lahan produktif, dari sisi ekonomi, tanaman tembakau juga telah berdampak positif bagi kehidupan masyarakat.
“Tanaman tembakau itu bagi masyarakat Pulau Lombok, Khususnya petani tembakau Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) Meski sering mengalami kerugian memang tetap saja menjadi pilihan sebagian besar masyarakat, karena bagaimanapun petani mengalami kerugian akibat tanaman tembakau, tetap saja masih lebih untung daripana menanam tanaman lain seperti palawija,” ungkapnya.
SABTU, 15 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...