Bisnis Barang Antik Masih Menjanjikan Bagi Kaum Urban di Bali

Salah satu barang antik koleksi Harahap
DENPASAR—Perdagangan barang antik masih menjadi mata pencaharian yang bisa diandalkan oleh sebagian pendatang atau kaum urban yang mengais rezeki di Denpasar dan sekitarnya.
Di daerah Kerobokan, Kuta, banyak sekali pedagang barang antik yang terus bertahan menjalani bisnis tersebut dikarenakan keuntungan yang menjanjikan.
Harahap, pendatang asal Sumatra Utara, salah seorang pelaku bisnis barang antik yang membuka toko penjualan barang antik bekerjasama dengan rekannya mengatakan keuntungan dari penjualan barang antik sangat menjanjikan.
“memang harus sabar, karena menjual barang seperti ini (barang antik) tidak semudah menjual barang pada umumnya, butuh relasi atau jaringan komunitas kolektor yang kuat,” jelas Harahap 
Barang dagangannya sebagian besar didapatkan dari Pulau Jawa. Sebagian lagi dari Bali dan berbagai daerah lain di wilayah Indonesia timur. Menurut Harahap, para pedagang harus mampu mendatangkan barang-barang dagangan yang bernilai sejarah, Misalnya mesin ketik produksi tahun 70-an, rak buku atau rak kaset dari tahun 60-an, sampai periuk nasi. 
Selain membidik kolektor baik dalam negeri maupun mancanegara sebagai konsumen perorangan, mereka juga membidik perhotelan. Karena banyak perhotelan yang menggunakan barang antik sebagai salah satu kebutuhan interior mereka, tetapi menurut Harahap hanya hotel bintang lima yang berburu barang antik. 
“saya sudah menggeluti usaha seperti ini selama 25 tahun, dan perbulan bisa mendapatkan omset antara 100 juta sampai 200 juta rupiah. Untuk apa beralih ke bidang lainnya. Tinggal pandai-pandai kita saja dalam mencari barang dagangan dan membina relasi,” jelas Harahap dengan percaya diri. 
Setali tiga uang dengan Harahap yaitu Arifin, pedagang barang antik asal minangkabau mengungkapkan ia tetap yakin bisnis penjualan barang antik tidak akan pernah mati serta sangat layak dijadikan sandaran hidup, terutama bagi mereka yang memang memiliki modal besar karena semakin besar modal yang dimiliki, kesempatan mendapatkan barang bernilai sejarah tinggi semakin besar.
SABTU, 8 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Miechell Kuagouw
Foto : Miechell Kuagouw
Editor : Gani Khair
Beberapa koleksi barang antik milik Harahap

Lihat juga...