Bisnis Laundry Semakin Digemari Pengusaha Muda Kendari

KENDARI—Pertumbuhan rumah kos yang sangat pesat di Kendari membawa berkah tersendiri bagi pengusaha muda asli Kendari yang sedang belajar merintis usaha. Usaha yang paling pas sebagai respon atas peningkatan jumlah rumah kos adalah jasa pencucian pakaian atau laundry.

Meratanya rumah kos di  hampir semua wilayah kota Kendari (Baca berita sebelumnya : Rumah Kos Tersebar Merata di Seluruh Wilayah Kota Kendari), menjadikan jasa laundry juga harus merata lokasinya. Tidak hanya di jalan poros (jalan utama, red) ditemukan jasa cuci pakaian tetapi juga di kampung-kampung dan gang-gang sempit pun sangat mudah ditemukan. 
Yang paling menarik adalah, bisnis jasa ini banyak digeluti oleh anak muda asli Kendari. Menurut mereka, jumlah pendatang di Kendari sudah semakin banyak, rumah kos banyak, maka sebagai anak daerah mereka harus kreatif  dan jeli melihat perkembangan ini. 
“Kalau tidak jeli melihat peluang, bisa kalah cepat dengan mereka yang lebih dulu punya ide mengembangkan usaha di Kendari,” ujar salah satu pengelola laundry yang ada di sekitar Matahari lama ini. 
Menurutnya, bisnis ini sedang berkembang di Kendari. Pebisnis baru semakin menjamur, seiring menjamurnya rumah kos, tetapi menurutnya, semua itu memiliki peluang yang sama karena masing-masing memiliki wilayah untuk mengembangkan bisnisnya.
“Kan tidak mungkin orang Mandonga menggunakan jasa laundry di Wua-Wua, mereka pasti cari di sekitar sana juga, jadi tidak perlu khawatir karena masing-masing memiliki wilayah bisnisnya” lanjutnya.
Sebagai bentuk pelayanan lebih kepada pelanggan, hampir semua pemilik laundry menyediakan jasa antar jemput, tanpa menambahkan biaya. “Banyak lokasi kos-kosan yang masuk gang kecil, jauh dari jalur angkutan umum, terutama bagi mereka yang tidak punya kendaraan pribadi pasti susah kalau mau antar cucian padahal mereka butuh jasa kami, jadi kami jemput bola, kami yang jemput dan antar cucian,” jelasnya.
Ketika Cendana News menanyakan perihal persaingan harga, ia mengatakan pada dasarnya semuanya menerapkan harga yang sama, hanya bedanya pada kualitas cucian. Baginya, kualitas itu nomor satu, karena ini masalah kepercayaan pelanggan. “Pelanggan kan tidak tahu bagaimana kami mencuci pakaian atau barang-barang mereka, yang mereka tahu adalah hasilnya. jadi kami bersaing lebih pada kualitas daripada harga,” lanjutnya.
Mengenai harga, untuk pencucian dengan sistem timbangan, per kilo Rp 6 ribu, harga ini untuk jasa normal, yang dimaksud jasa normal adalah, cucian jadi (sudah dicuci, diberi pengharum dan disetrika) dalam waktu 3-4 hari. Tetapi untuk layanan ekspres (cepat) ia berikan harga Rp 8 ribu per kilo, cucian jadi dalam waktu 2 hari. Ia katakan, ada juga pelanggan yang minta super ekspres yaitu cucian jadi dalam satu hari, ia tetap layani dengan menaikkan harga Rp 10 ribu per kilo. 
Kendala tetap ada dalam bisnis ini terutama jika terjadi pemadaman listrik sehingga bisa mempengaruhi ketepatan waktu mengantar cucian jadi ke pelanggan, selain kendala tersebut, menurutnya salah satu kendala yang berpotensi membuat pelanggan kehilangan kepercayaan adalah, ada pakaian atau barang yang hilang. 
“Sebenarnya bukan hilang, tetapi seringkali tertukar masuk ke bungkusan pelanggan yang lain, tetapi tetap saja pusing karena yang punya kan menganggapnya hilang, beberapa bisa kami temukan kembali karena pelanggan yang tidak merasa barang tersebut miliknya dengan kesadarannya mengembalikan, tetapi ada juga yang sama sekali tidak ketemu jadi kami ganti sesuai aturan, bukan mengganti sesuai harga beli barang yang hilang,” jelasnya. 
Ditanya mengenai harapannya, ia mengatakan, bisnisnya semakin besar dan semua penguasa laundry menjadi satu keluarga besar yang selalu kompak dan bersaing sehat dalam mengembangkan bisnis ini, dan yang tak kalah penting, semoga tidak terlalu sering ada pemadaman listrik karena jika harus menggunakan jenset, harus ada biaya operasional tambahan membeli bahan bakar agar mesin cuci, pengering dan setrika tetap bisa berfungsi. 
“Dan yang paling penting, semoga dari bisnis ini, muncul entrepreneur muda asli Kendari,” tutupnya. 

SENIN, 10 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Gani Khair
Editor : Gani Khair
Lihat juga...