BPCB DIY Ekskavasi Temuan Reruntuhan Candi di Sleman

Ekskavasi reruntuhan candi
YOGYAKARTA—Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) DI Yogyakarta, melakukan ekskavasi terhadap temuan batu-batu lepas yang diduga merupakan bagian dari bangunan sebuah candi di desa Tlogoadi, Mlati, Sleman, Yogyakarta. Temuan batu-batu lepas yang diperkirakan merupakan reruntuhan candi itu berada di atas tanah milik warga setempat.
Tim ekskavasi BPCB DIY yang diketuai oleh Muhamad Taufik, masih terus mencoba memetakan kawasan pekarangan rumah warga di desa Tlogoadi yang disinyalir menyimpan peninggalan Candi Hindu di bawah tanah. Dugaan itu bermula ketika begitu banyak ditemukan batu-batu candi, yang setelah diteliti memang merupakan batuan candi. Sebelumnya, BPCB DIY menerima laporan adanya temuan lepas batu-batu candi yang diperkirakan merupakan reruntuhan sebuah candi itu pada bulan Februari 2015. Namun, ekskavasi baru bisa dilakukan sekarang.
M. Taufik (berdiri)
Ditemui di lokasi ekskavasi, Kamis (13/8) siang, Taufik mengatakan pada awalnya rencana ekskavasi menemui kendala. Warga setempat keberatan jika dilakukan penggalian, karena takut terjadi musibah. “Mereka takut jika terjadi sesuatu yang sifatnya mistik”, ujar Taufik.
Kendati warga desa setempat keberatan jika dilakukan penggalian, namun BPCB DIY tetap berupaya melakukan ekskavasi. Menurut Taufik, ekskavasi harus dilakukan untuk membuktikan apakah di kawasan itu memang benar terdapat candi. Maka dengan berbagai pendekatan melibatkan pemerintah desa setempat, akhirnya warga menyetujui. Dengan catatan, warga dibolehkan untuk menggelar kenduri selametan sebagai upaya doa keselamatan. “Warga merasa perlu mengadakan kenduri selametan itu, agar setelah dilakukan penggalian tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan”, ujar Taufik.
Setelah diadakan kenduri selametan pada dua minggu yang lalu, akhirnya ekskavasi pun dilakukan. Survey pertama mendapati memang di kawasan tersebut terdapat temuan-temuan lepas berupa batu-batu bekas reruntuhan candi. Pada hari ketiga ini, kata Taufik, semua kotak galian yang telah dibuat ternyata kosong. Taufik juga mengakui tidak ditemukan struktur bangunan candi. Apalagi, sebuah arca. “Karena ini sifatnya pembuktian, maka penggalian akan terus dilakukan sampai tanggal 19 Agustus nanti. Jika sampai tanggal tersebut tidak ditemukan temuan yang berarti, ekskavasi akan dihentikan”, jelasnya.
Sebuah batu candi ditemukan
Taufik mengatakan, di lokasi ekskavasi itu pada tahun 1980-an memang sudah pernah ditemukan Arca Nandiswara dan Yoni. Kedua temuan itu sekarang berada di Tempat Penampungan Benda Cagar Budaya Mlati, Sleman, Yogyakarta. Berdasarkan riwayat itu pula, ekskavasi di desa Tlogoadi itu dilakukan. “Meski belum didapati temuan yang berarti, namun melihat ornamen pada batu-batu yang ditemukan secara lepas, dimungkinkan reruntuhan candi tersebut merupakan Candi Hindu abad 8 Masehi. Dugaan ini juga diperkuat dengan temuan Arca Nandi dan Yoni pada tahun 1980-an itu.

KAMIS, 13 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Koko Triarko
Foto : Koko Triarko
Editor ; Sari Puspita Ayu
Lihat juga...