BPKLN Papua Klaim Warga Perbatasan RI-PNG di Yakyu Milik Indonesia


JAYAPURA—Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Papua mengkliam warga yang bermukim di Yakyu hingga kini telah mendapatkan Kartu Tanda Penduduk dari Pemerintah Kabupaten Merauke yang diberikan satu bulan lalu, dimana pemukiman tersebut terletak sekitar 1,3 kilometer dari daerah netral, perbatasan antara Merauke dan Papua New Guinea (PNG).
“Di pemukiman Yakyu warga kebanyakan berasal dari Suku Kanum, marga Maywa. Warga ini pernah melakukan eksodus tahun 80-90-an ke Kampung Weyam, Papua Nugini. Saat ini pemukimam tersebut telah dihuni 19 kepala keluarga atau 74 jiwa, sejak 22 Juni 2011,” Kepala Badan Perbatasan dan Kerjasama Luar Negeri Papua, Suzana Wanggai saat dijumpai sejumlah jurnalis, Kamis (13/08/2015).
Untuk mengatasi persoalan wilayah perbatasan, dikatakannya, peran diplomasi sangat diperlukan kedua negara, salah satunya yaitu dibawa ke forum dua negara dan dibahas bersama-sama. Lalu, lanjutnya, kedua negara nantinya akan melakukan investigasi bersama, lalu bisa juga melakukan pengukuran kembali kepada batas-batas wilayah di dua negara itu.
Joint visit, joint sosialisasi, joint verifikasi dan joint segala-galanya perlu dilakukan dalam mengatasai hal-hal seperti ini. Situasi di perbatasan Papua dengan PNG lebih kondusif dan jika terjadi masalah masih bisa dilakukan dengan dialog yang baik. Situasi ini mungkin agak sedikit berbeda dengan wilayah perbatasan lain di Indonesia, misalnya dengan Malaysia,” ujarnya. 
Namun, dari data yang dihimpun Cendana News, diduga sebanyak 14 personil tentara PNG bersenjata lengkap memasuki pemukiman Yakyu yang terletak di Kampung Rawa Biru, Distrik Sota, Kabupaten Merauke. 
Assisten Intelijen Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Arm Syafei Kasno saat dikonfirmasi mengatakan alasan tentara Papua Nugini ini adalah pemukiman Yakyu merupakan daerah netral kedua negara, sehingga bendera yang akan dikibarkan, seharusnya dua bendera Negara yakni Indonesia dan PNG.
“Laporan kami terima dari Ketua RT Yakyu yang dilanjutkan kepada Danpos Rawa Biru. Untuk menghindari adanya penurunan bendera kembali, kami menempatkan 10 orang di Pos Yakyu,” kata Syafei.
Pihak Kodam mengakui, pemukiman Yakyu merupakan wilayah Indonesia, namun letaknya memang berada di perbatasan. Menurutnya, di pemukiman itu juga terdapat beberapa warga negara Papua Nugini. 
Dari data yang dimiliki Kodam Cenderawasih, saat ini terdapat 7 kampung yang terletak di perbatasan Kabupaten Merauke dan Kabupaten Boven Digoel dan masih bermasalah soal status kependudukan warga yang bermukim disana.
Ketujuh kampung tersebut antara lain Kampung Yakyu, Detto, Diggo, Bankin, Kugo, Mutimangge dan Kampung Lama yang terletak di Distrik Waropoko.
KAMIS, 13 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Indrayadi T. Hatta
Foto : Indrayadi T. Hatta
Editor : Gani Khair
Lihat juga...