Bupati Tolikara Papua Diperiksa Sebagai Saksi Insiden 17 Juli

JAYAPURA — Bupati Tolikara, Usman Wanimbo mendapat 20 pertanyaan dari penyidik Direktorat Reskrim Umum Polda Papua, seputar insiden di Kabupaten Tolikara pada Jumat (17/07/2015) yang menghanguskan 54 kios dan rumah ibadah menjelang shalat Ied, sekitar pukul 07 00 WIT. Bupati menerima panggilan pertamanya, Kamis (20/08/2015) sebagai saksi.
“Saya sebagai warga negara yang baik dan taat akan hukum, maka saya datang untuk memberikan keterangan seputar insiden di Tolikara,” Bupati Kabupaten Tolikara, Usman Wanimbo, Jumat (21/08/2015).
Ia mengaku pemanggilan itu merupakan pemanggilan pertama kali yang dilayangkan pihak Polda Papua kepada dirinya, untuk dimintai keterangannya seputar kejadian di Tolikara, pada tanggal 17 Juli lalu.
Dikatakannya, 20 pertanyaan seputar kegiatan kebaktian kebangunan rohani (KKR) dan Seminar Internasional Pemuda GIDI yang dilaksanakan sejak 15 Juli sampai 19 Juli di Karubaga, Kabupaten Tolikara.
“Ada 20-an pertanyaan dan saya sudah jelaskan tentang tugas saya selaku Ketua Panitia KKR dan Seminar Internasional Pemuda GIDI di Tolikara waktu itu. Dan saya datang sendiri tanpa kuasa hukum,” ujarnya.
Bupati juga mengakui telah jelaskan kepada penyidik tentang surat edaran pelarangan sholat Idul Fitri, dimana surat itu dimaksudkan karena banyak umat GIDI yang berstatus mahasiswa dari luar Papua menghadiri seminar international. “Saya sudah jelaskan semua kepada penyidik,” katanya.
Soal Pembakaran Mushola? Bupati katakan tidak ada masyarakat yang dengan sengaja melakukan pembakaran rumah ibadah umat muslim atau Mushala. “Jadi masyarakat tidak membakar Mushala, tapi yang ada rumah terbakar merembet ke kios dan Mushala. Jadi kalau dibilang bakar Mushala, itu tidak benar,” tegas Usman.
Sementara itu, Juru Bicara Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin saat dikonfirmasi via seluler terkait pemeriksaan tersebut tak memberikan respon kepada media ini.

SABTU, 22 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...