Cara Masyarakat Hindari Kepadatan Arus Lalu Lintas di Kota Semarang

Ratusan kendaraan bermotor sedang melintasi jalan Pemuda, kota Semarang
SEMARANG — Seperti pada umumnya kota – kota besar lainnya di Indonesia, kota Semarang sebagai Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah juga mengalami problem yang sama dengan kota Metropolitan lainnya, yakni kemacetan lalu lintas.
Terutama pada saat jam – jam sibuk, ketika pelajar dan mahasiswa berangkat ke sekolah maupun ke kampus masing – masing, yang hampir bersamaan waktunya dengan jam kerja kantoran.
Begitu pula saat mereka bergegas kembali pulang ke rumah masing – masing pada sore harinya. Kemacetan yang diakibatkan oleh kepadatan volume kendaraan bermotor jelas tak bisa dihindari.
Cendana news mencoba menelusuri bagaimana situasi dan seberapa padat lalu lalang kendaraan bermotor melintas di jalan – jalan utama di kota Semarang pada sore hari.
Pantauan kepadatan arus lalu lintas sudah mulai terlihat ketika sore hari, salah satunya di jalan Pemuda, dimana kawasan tersebut merupakan pusat perbelanjaan dan kantor penting, letaknya di kawasan jantung kota Semarang.
Namun untuk menghindari kemacetan, beberapa orang masyarakat memiliki cara mereka sendiri diantaranya dengan pulang lebih lambat.
Taufik, salah seorang pengguna kendaraan bermotor ketika ditemui di perempatan lalu lintas jalan Pemuda mengatakan untuk menghindari kemacetan, dia memilih untuk pulang agak sore.
” Saya sengaja pulang lebih cepat agak sorean, karena kalau menjelang senja hari biasanya macet, karena habis libur panjang kemarin,” jelasnya.
Taufik menambahkan, saat pagi hari, dia malah berangkat agak siangan agar tidak berbarengan dengan anak sekolah.
“Sengaja karena menunggu anak – anak sekolah berangkat dulu, untuk menghindari kepadatan karena waktu keberangkatnya hampir bersamaan,” terangnya.
Hal yang sama juga disampaikan Reni, yang mengaku sebagai pekerja kantoran saat menunggu Trans Semarang. Dia memilih sengaja terlambat pulang unguk hindari kemacetan. 
“Saya sebenarnya sudah pulang kantor sejak tadi sore, tapi saya lebih memilih pulang belakangan, karena bus masih penuh oleh pelajar dan mahasiswa kalau jam segini ” katanya.
Daripada berdesakan dalam bus dan  tak kebagian tempat duduk, lebih baik memilih pulang agak malam dikit, misalnya setelah Maghrib, biasanya Trans Semarang sudah lengang dan bisa duduk dengan nyaman.

SELASA, 18 Agustus 2015
Jurnalis       : Eko Sulestyono
Foto            : Eko Sulestyono
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...