Cegah Bahaya Napza, Polisi Jadi Guru Dadakan di Sekolah

LAMPUNG — Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan Bakauheni bekerjasama dengan pihak sekolah melakukan upaya pencegahan bahaya narkotika dan obat berbahaya (narkoba) atau istilah lain Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif (Napza) dikalangan anak didik. Dan cara penyuluhan yang dilakukan yakni dengan langsung menjadi “guru dadakan” di beberapa sekolah.
Kepala unit Bimbingan dan Penyuluhan Masyarakat KSKP Bakauheni Aiptu Maulana mengungkapkan, penyuluhan dilakukan terhadap anak anak usia Sekolah Dasar hingga SMP. Hal ini dilakukan untuk pencegahan penyalahgunaan narkotika, terutama dengan semakin maraknya korban anak anak karena pengaruh lingkungan pergaulan.
“Kita berikan pemahaman kepada para siswa sekolah dasar terkait jenis jenis obat terlarang serta modus modus pelaku untuk menjerat para korban baru termasuk anak anak,”ungkap Aiptu Maulana kepada Cendana News didaerah setempat, Rabu (05/08/2015).
Kegiatan tersebut menurut Maulana membuat dirinya menjadi “guru dadakan” bagi sekitar 130 siswa SD Bhakti Ibu Bakauheni yang ada di Lampung Selatan. Selain kegiatan sosialisasi tersebut polisi juga berkesempatan memberikan penyuluhan terkait upaya upaya menolak pancingan atau pengaruh dari orang yang tak dikenal.
“Awalnya, narkoba biasanya diberikan secara cuma cuma, sehingga korban akan merasa ketagihan, setelah itu pelaku akan meminta korban membeli dan dampaknya korban akan mencari uang untuk membeli barang haram tersebut,”ungkap Maulana.
Disebutkan, selain penyuluhan dan sosialisasi penyalahgunaan narkotika, sebagai anggota polisi Maulana mengungkapkan di beberapa sekolah dibentuk Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan Dokter kecil. Kegiatan diisi dengan tanya jawab serta pengenalan jenis jenis narkoba yang diberikan dalam bentuk gambar serta dampak dan bahaya narkoba dalam bentuk penanyangan video dan slide.
Bahkan dalam kegiatan tersebut sekitar 33 siswa yang menjadi anggota Patroli Keamanan Sekolah, 97 siswa anggota Unit kesehatan Sekolah ikut terlibat dan terlihat antusias mengikuti sosialiasi.
“Kita membuat acara semenarik mungkin diantaranya dengan permainan, kuis serta kegiatan lain agar peserta tidak bosan dan materi sosialisasi bisa dicerna oleh para siswa,”ungkap Maulana.
Disebutkan, Sosialiasi dilakukan tidak hanya diberikan pada murid SD, namun juga telah dilakukan ke sekolah tingkat SMP dan SMA yang ada di wilayah Bakauheni dan beberapa sekolah di Lampung Selatan. 
Ia berharap dengan terlibatnya polisi bekerjasama dengan pihak sekolah akan memberi pemahaman kepada para siswa sejak dini untuk tidak mendekati atau menggunakan narkoba.
Dia juga menghimbau agar sekolah juga mengikutsertakan keluarga. Sebab peranan orangtua memegang peranan penting dalam membentuk keyakinan akan bahaya penggunaan narkoba termasuk menciptakan komunikasi dan lingkunag yang lebih baik di rumah.

RABU, 05 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...