Dikeroyak, Oknum TNI di Mimika Lepaskan Tembakan, Dua Warga Tewas

Kapendam XVII Cenderawasih, Letkol Inf Teguh Pudji Rahardjo

JAYAPURA – Membela diri karena dikeroyok, oknum prajurit TNI melepaskan tembakan ke arah massa. Tembakannya mengenai empat warga sipil di Koperaok tepatnya sekitar 50 meter dari Pos Gorong-Gorong, Timika, Papua. Dua orang diantaranya meninggal dunia pasca insiden penembakan tersebut.
Dari data yang dihimpun Cendana News, dua dari empat warga sipil yang tewas, yakni Imanuel Mairimau (23thn) alami luka tembak di kepala belakang, bawah telinga dan Yulianus Okoare (23thn) luka tembak pada bagian perut tembus belakang, sementara dua korban lainnya yakni Martinus Apokapo (24thn) kena luka tembak pada pinggang kiri dan Martinus Imaputa (17thn) luka tembak pada bagian kaki, keduanya tengah dirawat di rumah sakit setempat.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII Cenderawasih, Letkol Inf Teguh Pudji Raharjo membenarkan adanya penembakan tersebut, pada Jumat (28/08/2015) pukul 01.33 WIT. Kronologis yang diterima dini hari tadi, kata  Kapendam, di jalan  Bhayangkara, Distrik Mimika Baru, Kabupaten Mimika telah terjadi aksi pengeroyokan terhadap Sertu A, Jabatan Bakodim 1710/Mimika yang dilakukan oleh warga setempat.
Saat itu, lanjutnya, Sertu A berniat menjemput Serka M yang juga mengalami pengeroyokan oleh massa di daerah Koperapoka. “Sertu A dikeroyok massa disekitar 50 meter dari Pos Gorong-gorong. Sebelum dikeroyok, A sempat menanyakan keberadaaan Serka M kepada anggota polisi yang berada di lokasi kejadian dengan menggunakan mobil Patroli jenis Ford Ranger, namun polisi itu mengaku tak mengetahui keberadaan Serka M,” kata Teguh, Jumat (28/08/2015)
Dikatakannya, Sertu A kembali mencari Serka M hingga ke pertigaan Titi Teguh, lalu ditemukanlah motor Kawasaki KLX Polisi yang dipakai Serka M. Seketika itu, lanjutnya, A menghubungi M lewat Amole Cell dan didapat informasi bahwa, M berada di daerah belakang PIN, karena dikeroyok massa. Lalu Sertu A mengatakan kepada Serka M agar keluar ke jalan untuk dijemput oleh dirinya. 
“Saat Sertu A kembali ke arah motornya berniat menjemput Serka M, dia dan motor yang ingin digunakan telah dikepung warga setempat. Dan terjadilah pengeroyokan kepada Ashar hingga ia terjatuh dan bersimbah darah. Karena merasa terdesak, Sertu A langsung mengisi senjata dan menembak ke arah atas sebanyak 2 kali, kemudian sebagian massa ada yang mundur namun ada yang mendekat dan mencoba merebut senjata. A pun mengaku menembak ke arah massa dengan sasaran kaki,” ujarnya.
Pasca kejadian itu, A melarikan diri ke arah perempatan PIN dan menuju Kantor Subdenpom untuk meminta bantuan. Saat ini A telah diamankan di Mako Subdenpom XVII/Cenderawasih. 
“Panglima Kodam langsung memerintahkan Danrem 174/Anim Ti Waninggap, Brigjen TNI Supartodi ke lokasi kejadian untuk melakukan koordinasi bersama Kapolres dan Dandim melibatkan Kepala Suku, Tokoh agama untuk menenangkan keluarganya dan menyelesaikan masalah,” dikatakan Teguh.
Pasca kejadian ini, Kodam XVII Cenderawasih meminta maaf kepada keluarga korban dan akan berikan santunan kepada korban. “Kami tetap memproses prajurit yang melakukan tindakan ini dan juga mengobati masyarakat yang terkena tembakan,” katanya. 
JUMAT, 28 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...