Dinkes Biak Numfor Gelar Penyuluhan HIV AIDS di GKI Raja Damai

JAYAPURA — Penyakit HIV/AIDS banyak terjadi pada kaum muda, dimana masa penyebarannya delapan hingga sepuluh tahun. Hal tersebut diungkapkan Kepala seksi pengendalian dan pemberantasan penyakit HIV/AIDS Dinas Kesehatan Kabupaten Biak Numfor, Lukas Linggi dalam paparannya di GKI Raja Damai, Biak Numfor, Minggu (23/08/2015).
“Selama ini, kebanyakan diketahui generasi muda penderita HIV/AIDS tidak sadar kalau mereka sudah ketularan penyakit mematikan itu. Oleh karena itu, sangat penting diketahui bagi generasi muda tentang bahaya HIV/AIDS,” kata Lukas Linggi.
Untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS, dikatakan Linggi, ada 5 yang harus dipatuhi. Pertama, abstain untuk melakukan hubungan seks bagi remaja yang belum punya pasangan. Kedua, saling setia dengan pasangannya masing-masing.
“Ketiga, jika berhubungan hendaknya memakai kondom. Keempat, jangan berbagi jarum suntik kepada orang lain. Dan kelima, carilah pengetahuan tentang bahaya HIV/AIDS,” tuturnya.
Sementara itu, Kasiops mewakili Danrem 173/PVB, Letkol Inf Rudy Jayakarta Runtuwene dalam paparannya mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang perlu dilaksanakan secara berkala untuk memberikan wawasan dan pengetahuan kepada warga jemaat maupun masyarakat tentang penyakit HIV/AIDS.
“Supaya kita semua dapat tahu secara dini gejala-gejalanya agar dapat dihindari sebelum terjangkit penyakit tersebut,” kata Jayakarta.
Ia memberikan beberapa penekanan bahwa pentingnya memelihara kesehatan, karena sehat jasmani dan rohani akan menjamin terlaksanaannya aktivitas keseharian dengan baik. Selain itu juga, menurutnya, harus berusaha hidup dalam kesetiaan kepada pasangan hidup sebagai bagian dari ketaatan kepada aturan Tuhan maupun aturan kedinasan, tetap pelihara hubungan baik dengan Tuhan melalui ketekukan beribadah.
“Juga menjaga keharmonisan hubungan dengan sesama, pedomani pengetahuan tentang kesehatan yang diterima dalam kesempatan ini sehingga terhindar dari hal – hal yang dapat merusak kesehatan maupun iman,” ujarnya.
Hadir dalam kegiatan penyuluhan itu antara lain, warga Jemaat GKI Raja Damai, seluruh prajurit, PNS jajaran Korem 173/PVB yang beragama Nasrani serta warga masyarakat sekitar Gereja.

MINGGU, 23 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...