Dugaan Korupsi DKP Maluku, Jaksa Akhiri Pemeriksaan Lima Tersangka

AMBON — Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Maluku Senin (03/08/2015) melakukan pemeriksaan terakhir terhadap lima tersangka korupsi anggaran proyek pembuatan kapal ikan Fiberglass yahun 2013 milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku.
Informasi yang dihimpun Cendana News di kantor Kejati Maluku Senin (3/8/2015) menerangkan, lima tersangka yang diperiksa untuk terakhir adalah mantan Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP), Direktur PT. Sarana Usaha Bahari, Direktur PT. Faibrit Fiberglass,dan Direktur PT. Satum Manunggal Abadi.
Kelima tersangka ini diperiksa oleh jaksa penyidik Kejati Maluku, Ikram Ohiulun, Sammy Sapulete dan Riyadi.
Mereka diperiksa sejak pukul 11.00 WIT hingga pukul 15.45 WIT (pukul 09.00 WIB-pukul 13.45 WIB) di ruang penyidik Bagian Pidsus Lantai I kantor Adhyaksa Maluku.
Menurut tim penyidik, lima tersangka korupsi proyek kapal ikan fiberglass bobot 30 HT dan 15 GT ini untuk merampungkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) masing-masing tersangka.
Perampungan BAP lima tersangka itu seterusnya akan dilakukan untuk pelimpahan tahap II dalam waktu dekat.
Menyangkut pelimpahan BAP tahap II lima tersangka yang akan dilakukan dalam waktu dekat turut dibenarkan oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan (Kasi Penjumlahan dan Humas), Bobby Kin Palapia SH.
” Pemeriksaan hari ini, terakhir guna kepentingan melengkapi berkas para lima tersangka,” kata Bobby kepada wartawan di kantor Kejati Maluku usai pemeriksaan lima tersangka tersebut, Senin (3/8/2015) sore.
Sekedar diingat, kasus ini tim penyidik Kejati Maluku menyimpulkan proyek kapal ikan fiberglass tahun 2013 milik DKP Maluku itu berpotensi korupsi.
Hasil temuan lapangan dari pemeriksaan fisik enam kapal berbobot 30 GT dan 15 GT di Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), Buru, Seram Bagian Barat (SBB) dan Seram Bagian Timur (SBT dilakukan pada 2 Juli 2015.
Sejumlah saksi diantaranya para kelompok nelayan penerima bantuan kapal dengan melibatkan tenaga ahli dari Fakultas Teknik Perkapalan Universitas Pattimura Ambon.
Alokasi anggaran untuk pembuatan kapal bo­bot 30 GT sebesar Rp.7.443.730.000 dan 15 GT Rp.2.917.800.000.
Pekerjaan disubkan kepada PT. Faibrit Fiberglass oleh PT. Satum Manunggal Abadi dan PT. Sarana Usaha Bahari selaku pemenang tender.
Selanjutnya Direktur PT Satum Manunggal Abadi, Satum ditahan Senin (15/6). Satum adalah pemenang tender proyek pengadaan kapal penangkap ikan berukuran 30 GT senilai Rp 7.443.730.000.
Akibat korupsi dalam proyek ini negara mengalami kerugian sebesar Rp.1 miliar lebih.
SENIN, 03 Agustus 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...