Empat Ribu Hektar Are Lahan Pertanian Terkena Puso di NTB

Lahan Gagal Panen [ilustrasi]

MATARAM — Kepala Dinas Pertanian Nusa Tenggara Barat (NTB), Husnul Fauzi menyebutkan, luasan lahan pertanian yang terkena puso hingga bulan Agustus ini mencapai empat ribu hektar are, hal tersebut karena kekeringan yang terjadi akibat musim kemarau dalam beberapa bulan terahir sudah sangat parah dan belum pernah turun hujan sama sekali.
“Tanaman pertanian padi yang terkena puso sampai bulan ini mencapai empat ribu hektar, tapi dengan klasifikasi sedang, menengah dan parah, kalau luasan lahan padi yang kondisinya sudah sangat parah karena terkena puso yaitu 353 hektar are dan dalam satu bulan terahir bertambah luas menjadi 20 hektar, namun demikian luasan lahan sekarang jauh lebih sedikit di bandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 16 ribu hektar” kata Fauzi di Mataram, Selasa (18/8/2015).
Dikatakan, tapi sisa waktu yang empat bulan kedepan, bukan tidak mungkin luasan lahan pertanian padi yang mengalami kekeringan akan bertambah, karena berdasarkan informasi dari BMKG, musim kemarau dipastikan akan berlansung sampai bulan Desember mendatang, mengingat cuaca yang juga panas.
Karena itulah program hujan buatan yang nantinya akan dilakukan di sejumlah titik lahan pertanian yang mengalami kekeringan oleh Pemda NTB bersama Kementan diharapkan akan mampu meminimalisir luasan lahan terkena puso akibat kekeringan musim kemarau berkepanjangan.
“Namun meski luasan lahan pertanian tanaman padi banyak mengalami kekeringan, jumlah produksi swasembada padi kita tahun ini mengalami peningkatan hingga 6,8 persen, jauh lebih tinggi dibandingkan produksi rata-rata nasional yang hanya mencapai 6,4 hektar” katanya.
SELASA, 18 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...