Empat Tersangka Kredit Macet Bank Maluku Resmi Ditahan

Tersangka Kredit Macet Bank Maluku ditahan pada Selasa 4 Agustus 2015 
AMBON — Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku dalam waktu dua hari menjebloskan Direktur Utama PT Nusa Ina Pratama bersama tiga tersangka lainnya ke rumah tahanan (Rutan) Kelas II Ambon karena terkait kasus dugaan kredit macet pada PT Bank Maluku tahun 2007-2009 dengan total Rp.96 miliar. 
Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasi Penkum – Humas) Kejati Maluku, Bobby Kin Palapia menyebutkan, Penahanan ini ditujukan untuk tahap II pemberkasan keempat tersangka kasus dugaan korupsi dengan motif kredit macet.
“Mereka ditahan untuk kepentingan pemberkasan tahap II dari penyidik ke penuntut umum,” jelasnya.
Menurut Bobby, saat ini tengah dibuat dakwaan dan administrasi empat tersangka tersebut untuk seterusnya dilimpahkan ke pengadilan. Selain itu, penyidikan akan terus dilakukan sejalan dengan persidangan.
“Ya nanti kita ikuti saat persidangan. Kalau ada fakta baru yang terungkap saat persidangan, tentunya akan dilakukan penyelidikan dan penyidikan lanjutan,” paparnya.
Sesuai data dari Kejati Maluku yang dihimpun Cendana News menyebutkan, tahun 2007 Bank Maluku memberikan kredit kepada PT Nusa Ina Pratama sebesar Rp 4 miliar.
Tapi sebelum selesai jatuh tempo, pihak bank kembali mencairkan kredit ke perusahaan itu lagi. Pada tahun 2009, bank kembali menyalurkan kredit ke Nusa Ina Pratama padahal tenggang waktu jatuh tempo belum berakhir.
Dimana jumlah kredit yang dipinjamkan Bank Maluku kepada Nusa Ina Pratama sebesar Rp.12 miliar. Namun pihak perusahaan baru mampu membayar utang kredit tersebut sebesar Rp.2 miliar. Jadi ada Rp.10 Miliar yang belum dibayarkan pihak perusahan kepada PT Bank Maluku.
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku juga menemukan adanya indikasi pencairan dana kredit yang tidak sesuai dengan aturan dari mekanisme perbankan.
Sesuai temuan BPK, jumlah kredit yang bermasalah di Bank Maluku mencapai Rp.31 miliar lebih. Angka ini tidak termasuk kredit macet yang jika dikalkulasikan mencapai Rp 96 miliar. 
SELASA, 04 Agustus 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...