Gabungan Ormas di Jatim Gelar Aksi Tolak Kebangkitan PKI

SURABAYA — Gabungan Organisasi Masyarakat di Jawa Timur menyuarakan penolakan terhadap rencana Presiden meminta maaf kepada Partai Komunis Indonesia (PKI). Massa juga menolak rencana pencabutan Tap MPRS Nomor XXV/1966 tentang larangan Partai Komunis Indonesia.
Dalam aksi yang digelar di gedung negara Grahadi Jalan Gubernur Suryo, Surabaya, Kamis 13 Agustus 2015, selain berorasi massa juga membakar bendera merah yang bersimbol palu dan arit.
Dalam orasinya, massa menolak permintaan maaf kepada individu maupun organisasi.
“Lebih-lebih, jika harus dilakukan oleh pemerintah,” kata ?Korlap Aksi, Santoso di lokasi demonstasi, Kamis (13/08/2015).
Disebutkan, Permintaan maaf akan berakibat pada semua produk hukum tentang larangan PKI dan ajarannya yang tertuang dalam Tap MPRS Nomor XXV/1966, SUPERSEMAR, serta Undang-Undang No 27/1999 tentang perubahan KUHP yang berhubungan dengan keamanan negara Pasal 107 huruf (a), dengan sendirinya batal. 
Yang kedua, permintaan maaf sepihak akan melukai hati umat Islam, TNI dan rakyat Indonesia. Akibat lain, paham komunis akan menuntut lebih lanjut dari aspek historis, aspek kerugian moral dan material, serta kebangkitan politiknya. 
Yang ke lima, akibat dari permintaan maaf terhadap PKI itu, bisa memicu berkobarnya semangat konflik horizontal dan kemungkinan pengulangan sejarah pemberontakan PKI dan penumpasan lagi oleh masyarakat. 
Ke enam, rakyat akan menderita terus dan PKI akan terus membangun kekuatan dan kekuasaan dengan provokasi orang-orang miskin. Dan yang terakhir, jika pemerintah meneruskan permintaan maaf, memberikan rehabilitasi, kompensasi dan rekonsiliasi kepada eks PKI berarti membenarkan komunisme yang nyata-nyata bertentangan dengan falsafah hidup bangsa Indonesia yaitu Pancasila serta bisa menghidupkan Nasakom jilid II. 
“Untuk itu, kita tegas menolak meminta maaf kepada PKI, karena telah mengkhianati NKRI, dan kami menentang munculnya komunis di negeri ini,” teriak Santoso di depan massa aksi.?
Orasi dilanjutkan dari angkatan 66. Menyuarakan agar paham PKI tidak dihidupkan lagi.  “Jangan sampai PKI hidup kembali, maka kita harus menjaga NKRI dan Pancasila,” teriak sang orator singkat yang kata dengan yel yel “Pancasila – Jaya, Komunis – Tumpas”.
Orasi dilanjutkan perwakilan dari Jombang, Nganjuk serta perwakilan dari daerah lain. Dalam orasi mereka, hampir sama. Mereka semua mengajak seluruh rakyat Indonesia melawan PKI. 
“Ganyang PKI, jangan sampai hidup kembali di negeri yang kita cintai ini. Mari kita selamatkan anak cucu kita dari bahaya komunis. Mari kita ganyang PKI,” ajak sang orator. 
Komunis kita tentang dan kita usir dari Indonesia, undang-undang dasar tidak bisa diubah oleh siapa pun baik imperialisme. 
Selain berorasi, massa juga membentangkan spanduk salah satunya berbunyi: “Larangan Terhadap PKI Harga Mati, Menghidupkan Langkahi Mayatku”. 
Massa yang menggelar aksi ini berasal dari Center of Indonesia Community Studies (CICS), Gerakan Nasional Patriot Indonesia (GNPI), Front Penegak Pancasila (FPP), Front Anti Komunis (FAK), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan beberapa elemen lain. 

KAMIS, 13 Agustus 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...