Gebyar 1.000 Tunas Kwarcab Manggarai Apresiasi Kepemimpinan Pemda

FLORES — Gebyar 1.000 Tunas Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Manggarai bertujuan menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Pemerintah Daerah (Pemda), Christian Rotok – Kamelus Deno (Credo) selama dua periode berturut-turut, 2005-2010 dan 2010-2015. Hal ini diungkapkan komentator Gebyar 1.000 Tunas saat menjelaskan makna rangkaian atraksi pasca apel bendera perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI, Senin (17/08/2015).
“Pramuka, garda terdepan pembentukan karakter bangsa! Hari ini, Pramuka Kwarcab 2412 Manggarai akan mempersembahkan atraksi Gebyar 1.000 Tunas. Gebyar persembahan khusus sebagai ungkapan terima kasih mendalam atas segala dukungan, perhatian dan motivasi yang diberikan Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai kepada jajaran Pramuka Kwarcab 2412 Manggarai khususnya, dan masyarakat Manggarai pada umumnya,” ungkap komentator atrakasi.
Gebyar 1.000 Tunas Kwarcab 2412 Manggarai mengapresiasi Pancaprogram yang dicanangkan oleh Pemda Manggarai selama dua periode kepemimpinan pasangan Bupati Christian Rotok dan Wakil Bupati Kamelus Deno. “Kegiatan panca program yang dicanangkan telah membawa perubahan positif dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat,” tuturnya.
Wujud apresiasi, sebut komentator, antara lain direpresentasikan melalui sejumlah atraksi yang diperagakan oleh Gabungan Pasukan Siaga Penggalang dan Penegak. 
“Seperti pembuatan jembatan darurat, tandu, jemuran, tungku api dan menara panjang serta akan ditutup dengan formasi 2005 CREDO 2015,” jelas komentator.
Jembatan darurat, kata dia, melambangkan banyaknya pembangunan di desa-desa yang memungkinkan masyarakat bisa bebas dari keterbelakangan dan keterisolasian. Sedangkan tandu melambangkan peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat. 
“Ide brilian Bapak Christian Rotok dengan memasang bendera dengan warna-warna tertentu di rumah-rumah ibu hamil telah menurunkan angka kematian ibu dan bayi,” tuturnya.
Selanjutnya, kata dia, tungku api melambangkan Program Tiga Batu Tungku yang mengakomodir sebagai satu-kesatuan unsur pemerintah, masyarakat dan pengusaha.
“Ketika ketiga hal ini dijadikan telah menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat Manggarai tercinta. Kemudian jemuran melambangkan cara-cara pemerintah yang mampu membedah masalah basah dan kering dan setiap permasalahan demi kesejahteraan masyarakat,” terangnya.
Sedangkan menara panjang, kata dia, melambangkan jangkauan perhatian pemerintah dalam membangun seluruh aspek kehidupan seluruh masyarakat Manggarai dari kota hingga pelosok desa.
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, Gerakan 1.000 Tunas Kwarcab Manggarai siap meramaikan perayaan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70. Pantauan Cendana News, atraksi ini menjadi pertunjukan pamungkas atas seluruh rangkaian pertunjukan dalam rangka meramaikan perayaan 17 Agustus di Ibukota Kabupaten Manggarai, Ruteng.
SENIN, 17 Agustus 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...