Gili Meno NTB Dijadikan Kawasan Konservasi Biota Laut dan Lingkungan

MATARAM — Satu dari tiga Gili yakni Gili Meno, Kabupaten Lombok Utara (KLU), yang banyak dikenal dan menjadi objek pariwisata andalan pemerintah daerah (Pemda) Nusa Tenggara Barat (NTB), Khususnya KLU ditetapkan sebagai kawasan konservasi alam dan biota laut.
“Gili Meno ditetapkan Pemda NTB sebagai kawasan konservasi alam dan biota laut, karena itu apapun biota laut, terumbu karang dan berbagai jenis spesies yang hidup di kawasan daratan dan laut Gili Meno Kabupaten Lombok Utara dilindungi dan tidak boleh ditangkap,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Muhammad Faozal di Mataram, Jum’at (14/8/2015).
Dikatakan, ditetapkannya kawasan Gili Meno sebagai kawasan konservasi, selain karena keindahan terumbu karang dasar laut dimiliki, yang didalamnya hidup dan berkembang biak berbagai spesies biota laut, dari segi kondisi lingkungan juga masih alami dan belum terlalu banyak bangunan dan sangat cocok sebagai objek wisata alam.
Selain itu, kata Faozal, di kawasan Gili Meno juga terdapat rawa air asin yang dikelilingin pohon bakau, dimana di dalamnya hidup puluhan spesien burung yang harus tetap dipelihara dan dijaga kelestariannya dari ancaman kepunahan.
Sebab hanya Gili Meno saja yang kondisi alam bawah laut dan lingkungannya masih lumayan terjaga, sementara di kawasan Gili Trawangan terumbu karang bawah laut sebagiannya sudah banyak mengalami kerusakan dan butuh dilestarikan kembali.
“Sebagai kawasan yang telah ditetapkan sebagai kawasan konservasi, apapun bentuk aktivitas apalagi sampai melakukan penangkapan biota laut termasuk berbagai spesies burung yang ada dikawasan Gili Meno, tidak boleh ditangkap, karena jelas merupakan pelanggaran dan bisa kena pidana,” ungkapnya.
JUMAT, 14 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...