Gubernur Minta MK Naikkan Usia Minimal Perkawinan Menjadi 21 Tahun

Sepasang pengantin saat acara nyongkolan yang merupakan tradisi masyarakat suku Sasak Lombok dari rumah mempelai laki-laki menuju rumah mempelai perempuan sebagai rangkaian akhir acara resepsi pernikahan
MATARAM — Masih tingginya pernikahan anak usia dini di Nusa Tenggara Barat, Khususnya Pulau Lombok menjadi salah masalah sosial yang sampai saat belum sepenuhnya mampu dientaskan pemerintah daerah (Pemda) NTB dan menjadi salah penyebab Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTB tidak kunjung naik.
“Salah satu masalah sosial masyarakat kita di NTB yang sampai sekarang belum sepenuhnya mampu dientaskan adalah masalah pernikahan usia dini yang jumlahnya masih sangat tinggi, karena itu saya minta kepada Mahkamah Konstitusi supaya bisa menaikkan batas usia minimal pernikahan sampai 21 tahun,” kata Gubernur NTB, Zainul Majdi di Mataram, Sabtu (16/8/2015).
Menurut Majdi tingginya angka pernikahan anak usia dini di NTB dalam perjalannya, tidak hanya berdampak secara umum pada IPM NTB yang rendah, tapi juga berdampak buruk bagi angka harapan hidup ibu dan anak, karena dinilai anak-anak tersebut masa depannya harus terampas akibat menikah masih kecil.
Hal tersebut terjadi karena pernikahan dilakukan tidak di dasarkan pada kesiapan matang dari segi intelektual, emosional dan mental dan agamapun mengajarkan supaya pernikahan yang dijalankan seseorang juga harus mampu dipersiapkan secara matang.
“Sebagai bentuk keseriusan mengatasi persoalan masih tingginya pernikahan anak usia dini di NTB, Pemda sendiri telah membuat regulasi perlindungan terhadap perempuan dan anak, antara lain melalui Peraturan Daerah trafiking dan terakhir kami telah mengeluarkan surat edaran pendewasaan usia pernikahan, supaya dijadikan pedoman Pemda Kabupaten Kota, supaya batas perkawinan anak minimal 21 tahun,”sebutnya.
Lebih lanjut Majdi juga mengatakan selain Perda pendewasaan usia pernikahan, Pemda NTB juga menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat dan majlis adat sasak (MAS) supaya ikut mengambil bagian dalam memberikan pemahaman dan penyadaran kepada masyarakat.
SABTU, 15 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...