Harga Daging Ayam Mahal, Kios Pedagang Sepi Pembeli

MALANG — Mahalnya harga daging ayam, membuat transaksi jual-beli di Pasar Besar kota Malang menjadi lesu. Terlihat kios-kios penjual daging ayam yang setiap harinya ramai, saat ini lengang dan sepi dari pembeli.
Hamida, salah satu penjual daging ayam mengatakan, sebenarnya kenaikan harga daging ayam sudah berlangsung sejak sesudah lebaran. Jika harga daging ayam potong sebelum hari raya hanya berkisar Rp. 28.000,- sampai dengan Rp. 30.000,- per kilonya, seusai lebaran harga daging ayam potong justru melonjak hingga menembus harga Rp. 34.000,- per kilo. Namun begitu, sejak tiga hari yang lalu harga daging ayam potong mengalami penurunan seribu Rupiah menjadi Rp. 33.000,- per kilogram.
“Sedangkan harga daging ayam kampung juga melambung tinggi seusai lebaran. Dari yang biasanya hanya Rp. 40.000,-, kini menjadi Rp. 55.000,- per kilogram,” ucapnya. 
Hamida sendiri mengaku bingung dengan harga ayam sekarang. “Biasanya harga naik menjelang Hari Raya, dan akan turun lagi harganya seusai lebaran. Tapi kenyataannya harga daging ayam sampai sekarang tetap tinggi,”tuturnya.
Disebutkan, karena harga ayam yang tidak kunjung normal, kini pembelinya menurun drastis. “Biasanya menjelang tanggal 17 Agustus, masyarakat banyak yang beli daging ayam untuk malam tasakuran hari kemerdekaan, tapi sekarang yang beli hanya satu dua orang saja,” keluhnya.

RABU, 19 Agustus 2015
Jurnalis       : Agus Nurchaliq
Foto            : Agus Nurchaliq
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...