Hari Kemerdekaan, Pedagang Ayam di Kendari Tidak Merdeka Berjualan


KENDARI—Ketika gonjang ganjing daging sapi yang harganya melejit hingga langka, kota Kendari aman, hal tersebut tidak terjadi di ibukota provinsi Sulawesi Tenggara ini. Tetapi dalam 2 hari terakhir, para pedagang ayam di pasar tradisional Kendari terpaksa menikmati libur panjang karena tidak adanya pasokaan ayam hidup bagi pedagang di pasar.
Risman, salah satu pedagang yang berhasil Cendana News temui, ia berjualan di Pasar Panjang lorong kedua (bukan lorong utama). Ia mengatakan stok ayamnya hanya sisa 20-an ekor. Dan ia belum mendapatkan informasi jelas, berhentinya pasokan ini akan berlangsung berapa lama. “Banyak pembeli yang balik karena sisa stok yang ada terpaksa saya jual mahal, kalau biasanya per ekor Rp 50 – Rp 55 ribu, saya jual Rp 65 ribu, ya terpaksa,” jelasnya. 
Pedagang ayam lainnya yang juga berjualan di Pasar Panjang (lorong utama) mengalami hal sama, mereka hanya menghabiskan sisa stok yang ada, itu pun sudah dalam keadaan terpotong, kalau stok ayam hidup sudah kosong. Mereka juga tidak tahu persis hal ini terjadinya sampai kapan. Mereka hanya memaksimalkan mengais rezeki dari sisa yang ada termasuk kepala ayam, kaki dan jeroan. “Menjual kaki ayam, kepala dan jeroan biasanya untuk tambahan saja, buat beli rokok, tapi hari ini, ini jualan kami yang utama, biar ada pemasukan karena tidak tahu kapan ayam akan datang,” jelasnya.
Kerena pedagang di Pasar Panjang, belum mampu memberikan jawaban tentang penyebab berhentinya pasikan ayam hidup maka Cendana News menemui pedagang ayam di Pasar PKL. Ada perbedaan antara penjual ayam di Pasar Panjang dan Pasar PKL. Jika di Pasar Panjang, mereka mayoritas penjual ayam potong, tetapi di Pasar PKL, mereka menjual ayam potong dan ayam kampung, sehingga ketika pasokan ayam potong terhenti mendadak seperti sekarang ini, mereka beralih berjualan ayam kampung saja. 
“Sudah tidak ada sama sekali ayam potong di sini, tinggal ayam kampung saja, jadi kami hanya bisa melayani pelanggan yang memang selama ini sudah langganan ayam kampung sama kita,” jelas pedagang ayam asal kota Jember, Jawa Timur ini. 
Ia menjelaskan, harga ayam kampung selalu stabil, ada kenaikan hanya saat lebaran saja, tapi kalau ayam kampung memang naik turun tidak hanya lebaran atau hari besar lainnya. Mengenai terhentinya pasokan ayam potong hidup, ia menjelaskan karena pihak perusahaan memang sedang kehabisan stok ayam. Habisnya stok di perusahaan dikarenakan belum datang bibit ayam dari Pulau Jawa. 
Ketika Cendana News menanyakan, perusahaan yang dimaksud, ia menjelaskan, “Perusahaan yang membina pedagang ayam, mereka yang berternak lalu kami membeli sama mereka, tapi karena bibit ayamnya dari Pulau Jawa, kalau ada kendala dari Jawa ya akhirnya di Kendari kosong,” jelasnya yang mengaku sudah 6 tahun berjualan di Kendari setelah sebelumnya merantau ke Papua dan Maluku dengan pekerjaan yang sama. 
“Yang paling kasihan kan pedagang yang hanya menjual ayam potong, karena kalau tidak ada pasokan ya tidak ada yang dijual, berarti tidak ada masukan,” lanjutnya. 
Padahal menurutnya, liburan panjang seperti sekarang ini pembeli ayam potong biasanya meningkat tetapi apa boleh buat, justru disaat memperingati hari kemerdekaan, para pedagang ayam justru kehilangan kemerdekaannya untuk berjualan.
SENIN, 17 AGUSTUS 2015
Jurnalis : Gani Khair
Foto : Gani Khair
Editor : Sari Puspita Ayu
Lihat juga...