Insiden Trigana, Keluarga Harapkan Jenazah Teridentifikasi

JAYAPURA — Keluarga terus mendoakan tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Polda Papua yang hingga kini terus mengidentifikasi jenazah korban di Rumah Sakit Bhayangkara, Kota Jayapura, pasca jatuhnya pesawat Trigana Air ATR 42 lambung PK-YRN nomor penerbangan IL-257 di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.
Salah satu keluarga korban, Albertus Hurulean saat ditemui Cendana News mengatakan, pihak keluarga selama tiga malam berturut-turut, menggelar ibadah bersama kepada Tim DVI agar anggota keluarganya dapat pencerahan teridentifikasi oleh tim tersebut.
“Kami berharap dari do’a yang kami panjatkan ini ada satu mukjizat, kemurahan dari Tuhan agar jenazah kakak saya cepat teridentifikasi oleh Tim DVI, supaya kami dapat mengurus jenasah kakak kami,” kata Albertus, Minggu (23/08/2015).
Untuk memudahkan lakukan identifikasi, ia pun telah memberikan sampel DNA miliknya kepada tim DVI untuk mencocokkan DNA miliknya terhadap 42 jenasah yang masih tersisa tuk di identifikasi.
“Kami beberapa hari ini juga bantu bantu lengkapi data-data yang dibutuhkan oleh tim identifikasi. Harapan besar kami, agar segera teridentifikasi keluarga kami,” ujarnya.
Sebab dan akibat jatuhnya pesawat Trigana Air ATR 42, pihak keluarga permasalahkan. Karena, menurutnya, pihak keluarga menerima sepenuhnya jalan Tuhan. “Kami percaya bahwa Tuhan sudah memberi dan juga mengambilnya, dan kami serahkan itu semua kepada Yang Maha Kuasa di atas,” tuturnya.
Ia juga berharap, keluarga besar Maluku Tenggara dan kerabat lainnya terus memanjatkan do’a kepada keluarga yang menjadi korban insiden pesawat jatuh tersebut. “Bantulah dengan doa, sehingga kakak saya dan korban lainnya yang segera teridentifikasi. Itulah harapan dan permohonan kami,” kata Albertus yang lahir dan besar di Papua.
Dari pantauan Cendana News, aktifitas identifikasi terus berlangsung di Rumah Sakit Bhayangkara milik Polda Papua, di Kotaraja, Kota Jayapura, dengan penjagaan beberapa aparat kepolisian.
Sementara di Gedung Tongkonan, tempat berkumpulkanya ratusan keluarga korban, nampak sepi, hanya terlihat beberapa aparat kepolisian mejaga gedung tersebut. Sepinya gedung Tongkonan tersebut atas kesepakatan bersama Sabtu (22/08/2015) kemarin bahwa hari ini ditutup, karena keluarga mengikuti ibadah di Gereja masing-masing.
Kapus Dokkes Mabes Polri, Brigjen Pol dr Arthur Tampi kepada ratusan keluarga korban mengatakan pihaknya tetap melakukan proses identifikasi walaupuan hari minggu. Menurutnya, kerja adalah ibadah, sehingga timnya akan mengumumkan hasil identifikasi pada hari Senin (24/08/2015) esok.
“Kami kerja sekuat tenaga dan semaksimal kami tuk identifikasi jenazah. Kebanggaan kami adalah teridentifikasinya jenazah. Bagi kami, kerja adalah ibadah, sehingga hari libur pun kami harus kerja,” kata Tampi, Sabtu (22/08/2015).
Sekedar diketahui, Tim DVI Mabes Polri berhasil mengidentifikasi 12 jenasah dari 26 kantong jenazah yang telah berada di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kotaraja, Kota Jayapura, sejak tanggal 19-21 Agustus. Pasca jatuhnya pesawat Trigana Air ATR 42 yang di sekitaran Kabupaten Pegunungan Bintang.

MINGGU, 23 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...