JCH NTB Gagal Berangkat, Kemenag RI Diminta Bertanggung Jawab


MATARAM — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Nusa Tenggara Barat (NTB) meminta kepada Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia di Jakarta bertanggung jawab atas gagalnya keberangkatan 41 Jamaah Calon Haji (JCH) kloter pertama sore nanti, karena visa yang belum keluar
“Kami minta kepada Kemenag RI supaya bertanggung jawab, karena bagaimanapun pihak Kemenaglah yang paling bertanggung jawab atas terlambatnya keluar visa, karena itu semua terjadi atas kelengahan dalam melakukan kordinasi dengan pemerintah Arab Saudi,” kata Mahally usai mengikuti pemberian pengarahan terhadap ratusan JCH di asrama haji NTB, Jumat (21/8/2015).
Menurut Mahally, dirinya mengaku heran dengan sistim kerja Kemenag RI dengan pemerintah Arab Saudi terkait pengurusan visa para JCH, terutama JCH asal NTB, padahal jauh-jauh hari paspor para JCH oleh Kemenag NTB sudah diberikan ke pihak Kemenag RI di Jakarta.
Jadi kesalahannya bukan di Kemenag NTB, melainkan merupakan kelengahan dan kesalahan teknis dari Kemenag RI di Jakarta. Dia meminta untuk memperbaiki dan melakukan evaluasi sistim kerjanya, supaya penundaan keberangkatan tidak terjadi lagi.
“Akibat gagal berangkat sekarang ini kan kasihan para JCH, selain malu, mereka juga sudah capek-capek datang dari jauh, terutama Kabupaten Dompu yang harus menyebrang laut menghabiskan biaya banyak bersama keluarga yang mengantar” ungkapnya.
Ditambahkan Mahally, akibat gagalnya berangkat 41 JCH tersebut, otomatis pesawat yang seharusnya isinya 360 pada kloter pertama akan berkurang.
JUMAT, 21 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...