Jelang Idul Adha, Harga Kambing dan Sapi Mulai Naik di Lampung

LAMPUNG — Meski Hari Raya Idul Adha 1436 Hijriah yang masih sebulan lagi, namun harga ternak kambing mulai terlihat mengalami kenaikan. Hal tersebut dipengaruhi faktor naiknya sejumlah harga daging yang terjadi belakangan ini disejumlah.
Seperti terlihat di Pasar Pasuruan Kecamatan Penengahan dan Pasar Sripendowo Kecamatan Ketapang Lampung Selatan. Para pedagang menaikkan harga kambing mulai Rp 100-200 ribu per ekornya. Mereka mengaku, kenaikan tersebut terjadi tak lama dari beberapa pedagang daging yang mulai menaikkan harga.
Hasan (40) salah seorang pedagang kambing mengaku, dalam satu pasaran ia bisa menjual kurang lebih lima ekor kambing. Untuk mendapatkan kambing-kambing tersebut, ia harus berkeliling kampung dan membeli dari beberapa warga yang memiliki peliharaan kambing.
“Kalau dihitung daging, sebenarnya untuk kambing tidak bakalan ketemu. Seperti kambing dengan harga Rp 1,2 juta paling banyak mendapatkan daging kurang lebih 8 kilogram. Jadi sebenarnya beli kambing untuk diambil daging sangat rugi dibandingkan membeli daging sapi,” ungkap Umar saat dikonfirmasi Cendana News,  Minggu (23/8/2015).
Hal sama dikatakan Jumali (35) yang telah puluhan tahun menjalani profesi sebagai pedagang ternak. Pembeli kambing kebanyakan digunakan untuk keperluan selamatan seperti aqiqoh dan syukuran lainnya. Meski kalkulasi harga dengan daging yang dihasilkan tidak sesuai, namun masyarakat masih banyak yang mencarinya.
“Untuk harga memang sudah ada kenaikan sejak beberapa pekan terakhir. Karena kami membeli ternak dari petani juga sudah naik harganya. Mereka tidak mau tahu berapa daging yang dihasilkan tetapi dihitung ternak tersebut harganya sesuai,” ungkap Jumali.
Buyung (56) warga yang membeli sebanyak dua ekor mengaku, kambing tersebut digunakan untuk selamatan cucunya. Ia juga harus tawar menawar dengan pedagang untuk mendapatkan kambing yang diinginkannya.
“Sekarang sudah naik harganya, tadi dua ekor ditawarkan kepada saya seharga Rp 3 juta dan saya tawar  Rp 2,5 juta. Mereka masih belum mau melepas dan minta ditambah lagi harganya. Karena saya butuh, ya akhirnya saya beli meski tak jauh dari harga Rp 3 juta tadi,”ungkapnya.
Sementara sama halnya dengan ternak sapi yang dipergunakan untuk korban, harga sapi di pasaran pun sudah mulai naik. Harga ternak sapi yang pada hari biasa untuk sapi jantan bisa mencapai sekitar Rp.8-9juta kini bisa mencapai Rp.10juta bahkan bisa lebih.
“Sementara permintaan akan sapi masih kurang, namun permintaan kambing masih banyak untuk persiapan hari raya kurban,”ungkap Jumali.
Sementara itu salah satu peternak kambing dan sapi di kampung Ciptalayak Desa Hatta Kecamatan Bakauheni Lampung Selatan, Umar (45) mengaku sudah memelihara sekitar 10 ekor kambing dan 2 ekor sapi. Meskipun mendekati hari raya kurban namun ia mengaku tidak berniat menjual ternak kambing dan sapi miliknya.
“Saya memelihara kambing untuk investasi dan belum niat saya jual karena kebetulan rumah saya ini terkena patok jalan tol jadi kambing dan sapi untuk tabungan,”ungkap Umar.
Umar bahkan mengaku saat ini kandang kambing miliknya terkena patok jalan tol beserta rumah yang ditempatinya. Ia berharap dengan memelihara kambing dan sapi kelak bisa dipergunakan untuk segala biaya untuk kepindahan rumah setelah ada keputusan terkait ganti rugi lahan. 
MINGGU, 23 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...