JK Pertanyakan Biaya Pembangunan Masjid Raya Sumbar

PADANG — Selain menghadiri peringatan 1000 tahun Yayasan Syarikat Oesaha (YSO) Adabiah, Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga meninjau pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat (Sumbar). JK menyesalkan dan mempertanyakan tingginya biaya pembangunan Masjid yang menurutnya tidak masuk akal.
“Saya sama Ketua DPD RI Irman Gusman sudah lihat anggarannya. Menara Rp 80 Miliar, menara apa itu. Satu gedung Rp 10 Miliar. Kalau pengurus masjid yang bikin tidak sampai setengahnya. Ini bisa cepat selesai kalau pembangunannya diserahkan dan dipercayakan pengawasannya pada masyarakat. Saya minta Menteri Pekerjaan Umum untuk membantu mengevaluasi anggaran ini,”  ujar JK saat meninjau pembangun Masjid Raya Sumbar yang terletak di Kota Padang, Minggu (23/8/2015) siang.
Menurut JK, penganggaran dana dalam pembangunan Masjid Raya Sumbar serupa dengan penganggaran proyek-proyek pembangunan kantor pemerintahan.
“Saya dulu pernah kontraktor, jadi ngerti hitung-hitungannya. Ini sudah kelewat tinggi menurut saya. Proyek itu harus dibedakan, mana proyek bangun kantor, mana yang bangun masjid, jangan sampai dikorupsi uang masjid, bahaya itu.Double hukumannya, dunia akhirat kena itu,” lanjutnya.
JK menyarankan agar biaya pembangunan ini harus dielavuasi oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Sumbar. Tidak cukup sampai disana, JK mengusulkan agar masjid ini dihibahkan saja kepada rakyat. Sehingga bantuan materi atau moril dalam pembangunan lebih jelas terasa. Karena selama ini, pembangunan terhambat dengan alasan APBD.
“Lembaga paling transparan itu masjid. Maka serahkan pembangunannya ke pengurus masjid dan masyarakat. Masjid itu, berapa isi kotak amal, beli ini, beli itu, semua terbuka. Coba kalau anggaran transparan, setengah saja anggarannya selesai ini masjid. Penggalangan dana untuk masjid bisa dilakukan terbuka, melalui permintaan partisipasi langsung ke masyarakat, akhirnya semua merasa memiliki,” jelas JK.
Sebelum melanjutkan kunjungannya ke PT Semen Padang, JK menantang Pemda Sumbar untuk menyelesaikan pembangunan dalam tempo dua tahun saja. Di penghujung sambutannya, Wapres Jusuf Kalla menantang Pemprov Sumatera Barat untuk menyelesaikan pengerjaan pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat dalam waktu dua tahun saja.
“Kalau tidak bisa menyelesaikan dalam waktu dua tahun dengan anggaran lebih murah 50 persen dari yang sudah disusun, saya carikan yang bisa menyelesaikan dengan anggaran 50 persen di bawah itu,” pungkasnya.
Dari informasi yang Cendana News kumpulkan, pembangunan Masjid Raya Sumbar sudah mencapai 49 persen dengan serapan dana pembangunan sebesar Rp 202,2 Miliar. Dana tersebut bersumber dari APBD Sumatera Barat.
Sementara itu, Pejabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek menjelaskan, untuk melanjutkan pembangunan Masjid tersebut, masih butuh Rp 220 Miliar lagi. Gubernur yang akrab disapa Dony ini mengakui kelambanan pembangunan Masjid Raya karena APBD yang terbatas.
“Masjid ini telah dikerjakan dengan enam tahap. Jika dianggarkan dalam APBD setiap tahunnya Rp15 Miliar untuk pembangunan, maka masjid ini akan rampung 12 tahun lagi. Anggaran sebesar Rp 220 Miliar tersebut akan dialokasikan untuk finishing pembangunan masjid, membangun empat manara, taman dan lokasi parkir, serta bangunan penunjang lainnya. Khusus untuk pembangunan menara memakan anggaran sebesar Rp 85 Miliar,” pungkas Dony.

MINGGU, 23 Agustus 2015
Jurnalis       : Muslim Abdul Rahmad
Foto            : Muslim Abdul Rahmad
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...