Juru parkir, Pekerjaan Biasa dengan Tanggung Jawab Luar Biasa

SURABAYA — Juru parkir atau yang lebih dikenal dengan sebutan tukang parkir sebuah pekerjaan yang terlihat biasa namun membutuhkan tanggung jawab yang besar. Amanah yang besar tersebut juga memberikan kontribusi yang tidak kecil meski pekerjaan tersebut tidak selalu membutuhkan ijazah pendidikan.
Seperti yang dilakoni oleh Sarwono (65 tahun), juru parkir di pasar Pucang Surabaya, meski sudah tua, namun pekerjaan tersebut telah dijalaninya salama 10 tahun terakhir. Pada setiap harinya, dia harus menjaga kendaraan serta perangkat yang ada di kendaraan agar tidak hilang dan mengecewakan pelanggan.
Dalam aktifitas keseharian, dia memulai rutinitasnya sejak pagi hingga malam. Menjaga kendaraan roda dua milik masyarakat yang dititipkan kepadanya untuk beberapa jam.
“Saya mulai bekerja dari jam 5 pagi sampai jam 9 malam,”sebutnya.
Untuk usaha yang dijalani tersebut, dalam sehari dia bisa membawa duit hingga Rp.200 ribu.
“Kalau sepi ya paling banyak 100 ribu,”ujar bapak 3 orang anak ini kepada Cendana News di Lokasi Parkir, Rabu (12/08/2015).
Disebutkan, pada 2005 dia di PHK dari pabrik roti yang mengalami kebangkrutan. Dan profesi sebagai tukang parkir dipilihnya untuk menyambung perekonomian keluarga. Meski hal tersebut menyebabkan waktunya lebih banyak di areal parkir.
Ia mengaku pendapatannya menjadi tukang parkir tidak serta merta hasilnya untuk dirinya sendiri tetapi harus berbagi dengan RW setempat.
“Per hari saya setor 50 ribu untuk RW sini, aturannya memang begitu,”tegasnya.
Selain Sarwono, ada juga Supangat (54 tahun) warga Jagir yang juga berprofesi sebagai tukang parkir di daerah Darmo Baru Barat mengaku ia pun juga bagi hasil dengan RW setempat.
“50 ribu juga disini. Harus setor, kalau tidak ya tidak boleh buka parkiran disini,”tegasnya.
RABU, 12 Agustus 2015
Jurnalis       : Charolin Pebrianti
Foto            : Charolin Pebrianti
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...