Kabut Asap Selimuti Sebagian Wilayah Lampung Sejak Pagi

LAMPUNG — Sebagian wilayah Lampung diselimuti kabut asap sejak pagi hingga siang. Belum diketahui penyebab terjadinya kabut asap yang mengganggu pandangan serta aroma yang cukup pekat khas bau asap. Untuk menghindarinya kecelakaan akibat jarak pandang yang menyempit, pengguna jalan raya memacu kendaraannya dalam kecepatan sedang dan menghidupkan lampu di siang hari.
Tidak hanya berdampak kepada pengguna jalan, kabut asap juga menutupi pemandangan dari menara Siger, Lampung Selatan. Biasanya Gunung Rajabasa yang jelas terlihat, saat ini hanya nampak samar samar. Hal yang sama terjadi di perairan Selat Sunda, kabut asap tersebut mengakibatkan Pulau Harimau, Pulau Kandang Balak, Pulau Kandang Lunik yang biasanya terlihat dari puncak Menara hari ini tertutup kabut.
“Entah karena ada kebakaran hutan di daerah lain atau karena asap pekat ini berasal dari pembakaran lahan pertanian, namun sejak pagi samar samar bahkan melihat kapal pun tak bisa jelas,”ungkap Leo (34) salah satu penjaga di menara Siger, Lampung Selatan kepada Cendana News, Kamis(27/8/2015).
Pengguna jalan pun terpaksa menyalakan lampu kendaraan supaya terhidar dari kecelakaan. Secara perlahan bahkan kabut pekat terus bertambah. Kabut asap semakin diperparah dengan banyaknya petani pekebun yang membakar sisa sisa pohon jagung paska panen.
Sementara itu di Selat Sunda, kabut pekat yang mengakibatkan Selat Sunda tak terlihat, padahal pada hari normal, Pulau Jawa bisa terlihat secara visual dengan mata telanjang dari Menara Siger. Kondisi tersebut menurut Manager Operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (PT ASDP) Bakauheni sejauh ini belum mengganggu pelayaran di Selat Sunda.
“Kami himbau kepada para nahkoda untuk selalu memperhatikan prakiraan cuaca dari BMKG dan berkoordinasi dengan pihak otoritas pelabuhan baik Merak maupun Bakauheni,”ungkap Heru Purwanto.
Sejauh ini kabut tebal yang dirasakan warga di Lampung lebih tebal dibandingkan minggu minggu sebelumnya, namun sebagian warga sudah menggunakan masker dalam perjalanan. Warga bahkan menggunakan masker selain menghindari aroma asap tapi juga akibat debu beterbangan pada musim kemarau ini. 

KAMIS, 27 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...