Kapal Layar Berbendera Australia Kandas di Perairan Biak, Papua

Kapal layar jenis Yarch SY. SHIVOO saat kejadian di perairan Kabupaten Biak
JAYAPURA — Kapal layar jenis Yarch SY. SHIVOO berbendera Australia tenggelam di perairan Kabupaten Biak, beruntung seluruh kru kapal berhasil selamat dari insiden tersebut. Kapal berpenumpang empat Warga Negara Asing (WNA) tersebut bermula dari Negara Papua New Guinea (PNG) yang hendak berlayar menuju Manado dan Lombok untuk berwisata.
Dari data yang diterima media ini melalui Humas Polda Papua, yang berada di dalam kapal layar tersebut berasal dari WNA Australia, Barry Gregory Blackwood (Kapten Kapal), WNA Selandia Baru, Mervyn Noel Smith (Engineer), WNA Papua New Guinea, Sherrina Elleye (Officer), WNA Prancis, Olliver Massias (Pemilik Kapal)
Juru bicara Polda Papua, Kombes Pol Patrige Renwarin mengatakan sekitar pukul 09.30 wit, Selasa (04/08/2015) kemarin menurut keterangan warga setempat yang sedang berada di depan teras rumahnya berlokasi di pinggir pantai tiba-tiba melihat Kapal Layar tersebut dalam posisi miring dan melihat ada seseorang melompat dari kapal layar tersebut.
“Kemudian diketahui adalah korban atas nama Enggineer Kapal Layar Yarch SY. SHIVOO, Mervyn Noel Smith, sedangkan Kapten Kapal, Barry Gregory Blackwood dan Officer, Sherrina Elleye ke darat untuk membeli makanan,” kata Patrige melalui rilisnya kepada sejumlah insan pers petang tadi, Rabu (05/08/2015).
Melihat kejadian tersebut, lanjut Patrige, salah satu warga setempat langsung mengambil alat renangnya dan berenang menuju lokasi kapal untuk membantu korban untuk dievakuasi ke darat.
“Setelah membantu korban mengevakuasi ke darat saksi bersama mayarakat kemudian membantu mengamankan barang-barang milik korban yang berada di kapal dan melaporkan kejadian tersebut ke piket Pos Polisi Kawasan Udara yang lokasinya tidak jauh dari TKP,” ujarnya.
Dikatakannya, piket fungsi Polres Biak Numfor bersama Sat Pol Air Polres menuju kejadian perkara untuk melakukan pertolongan dan evakuasi barang-barang milik korban, karena ombak masih besar sehingga proses pengangkatan kapal menunggu posisi air laut surut untuk dilakukan perbaikan.
“Terjadinya laka laut tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, tapi keterangan dari korban bahwa mereka mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp 500 juta,” ujarnya.
Diketahui bahwa Kapal Layar SY. SHIVOO berbendera Australia tersebut tiba di Biak pada tanggal 22 Juli 2015 yang sebelumnya berangkat dari PNG untuk melakukan pelayaran menuju Manado dan Lombok untuk berwisata.
Dikarenakan mesin kapal mengalami gangguan diperairan laut Biak maka Kapten Kapal memutuskan untuk berlabuh di perairan laut Biak dan melakukan perbaikan kapal serta pengurusan visa kunjungan. 
Sementara, Kasie Lalu lintas Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas II Biak, Roy Rumayauw mengatakan bahwa ijin visa kunjungan ketiga orang asing tersebut telah disetujui oleh Dirjen Imigrasi di Jakarta dengan sponsor agen PT. Pelni (Persero) cabang Biak. 
“Pada saat tiba di Biak Numfor ketiga orang asing tersebut telah melapor di Satuan Intelkam Polres Biak Numfor dan selama menunggu proses diterbitkannya visa kunjungan ketiga orang asing tersebut tinggal di Kapal Layar itu,” ujarnya.
RABU, 05 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Istimewa
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...