Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan Masih Mendominasi di NTB

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB)  NTB, Wismaningsih Drajadiah

MATARAM — Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3AKB) Nusa Tenggara Barat (NTB), Wismaningsih mengatakan, kasus kekerasan yang terjadi di NTB masih banyak didominasi kekerasan terhadap perempuan, baik di tempat kerja, lingkungan sekolah maupun lingkungan keluarga
“Kasus kekerasan terhadap perempuan di NTB sampai sekarang masih tinggi, baik lingkungan kerja, sekolah maupun keluarga, bentuknya bisa berupa pelecehan seksual, pemenuhan gaji dan penempatan kerja, yang tidak sesuai antara beban kerja dengan gaji yang diberikan,” kata Wismaningsih di Mataram, Sabtu (22/8/2015).
Menurut Wismaningsih, sampai sekarang kasus kekerasan terhadap perempuan yang ditangani BP3AKB bersama bersama instansi terkait, termasuk juga dengan aparat kepolisian jumlahnya mencapai 1.029 kasus
Dikatakan, dalam penangan kasus kekerasan terhadap perempuan yang sedang ditangani BP3AKB, kalau yang bentuknya pelecehan seksual dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), lebih banyak berkordinasi dengan aparat kepolisian termasuk memberikan bantuan hukum
“Model penangan dan bantuan hukum terhadap kasus kekerasan perempuan yang sedang kita tangani sekarang ini disesuaikan dengan bentuk kekerasan yang dialami korban, kalau bentuknya pelecehan seksual maupun KDRT, kita berikan bantuan hukum, tapi kalau terkait pemenuhan gaji dan penempatan kerja yang tidak sesuai lebih banyak melakukan kordinasi dengan Disnakertran” ungkapnya
SABTU, 22 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...