Kasus Pencurian Bayi di Ambon Belum Temui Titik Terang

AMBON — Kasubag Humas Polres Ambon Iptu Meity Jakobus yang dikonfirmasi Cendana News Rabu (26/8/2015) mengatakan, penyelidikan terkait kasus pencurian bayi di Mardika Ambon, Maluku Kamis (20/8/2015), masih berlangsung. Namun diakui, pihaknya belum mengetahui ciri-ciri pelaku pencurian Mario Tahapary (Bayi 6 bulan), anak dari Hartina Tahapary tersebut.
Iptu Meity Jakobus

“Penyelidikan memang sementara dilakukan. Saat ini kami sulit mengetahui ciri-ciri pelaku,” kata Meity.

Pihaknya terus berupaya mengejar pelaku pencurian yang diduga mencuri Mario dengan menghipnotis ibunya pada Kamis 20 Agustus pekan lalu. Menurut Meity, usai menerima laporan pencurian bayi yang masih berusia 6 bulan itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan. Hanya saja, hingga sepekan ini mereka belum mengetahui tempat persembunyian pelaku.
Seperti dilansir Cendana News sebelumnya, Hartina Tahapary warga Kelurahan Lateri Kecamatan Baguala Kota Ambon, Provinsi Maluku menceritakan ihwal peristiwa pencurian terhadap anaknya tersebut.
Kronologisnya,  pada Kamis (20/8/2015) di luar dugaan Mario putra semata wayangnya yang baru berusia 6 bulan dicuri wanita misterius dari genggaman tanganya sendiri ketika dirinya terlibat perbincangan dengan pelaku tersebut.
Hartina yang diwawancarai wartawan di rumahnya kawasan Lateri Kecamatan Baguala Kota Ambon, Sabtu (22/8/2015) menuturkan, peristiwa ini bermula saat dirinya terlibat perbincangan ringan dengan pelaku pencurian usai imunisasi yang berlangsung di RT/RW 002/06 kawasan Lateri Kecamatan Baguala kota Ambon, Kamis (20/8/2015).
Hartina menjelaskan, Wanita yang mencuri Mario menyapanya. Kemudian dirinya membalas sapaan pelaku. Selanjutnya pelaku kemudian mengajak korban ke pasar.
“Dia tanya. Ibu dari mana. Saya jawab dari rumah sakit. Dia langung mengajak saya ke pasar. Saya menolak tapi dia tetap memaksa supaya saya menemani dia ke pasar. Alasannya dia orang baru di Ambon dan belum tahu jalan ke pasar.” Kisah Hartina kepada wartawan.
Menurut korban, saat itu ia berusaha untuk kembali ke rumahnya. Tapi pelaku tetap memaksa dirinya dengan jaminan semua biaya transportasi ditanggung pelaku. Lantaran merasa iba, akhirnya Hartina mengikuti ajakan pelaku ke pasar Pantai Mardika Ambon.
” Ketika naik angkot, saya sudah tidak sadar lagi. Saya bahkan tidak tahu nama jurusan mobil angkutan yang kami tumpangi ke pasar,” ungkapnya.
Pasca tiba di terminal Mardika. Pelaku kembali mengajak korban untuk pergi makan bakso tepatnya di perempatan SPBU Pohon Pule Ambon. Korban mengaku dirinya sudah tidak sadar hingga terus mengikuti ajakan pelaku.
” Saat makan bakso. Dia menyuruh saya membeli teh gelas sambil menggendong Mario. Setelah itu dia menyuruh saya lagi membeli aqua. Saya ikuti saja kemauannya tanpa sadar,”tuturnya.
Usai makan bakso, lanjut Hartina, dia dan pelaku bersama anaknya kembali ke terminal Mardika. Tiba di terminal blok A Mardika Ambon, pelaku mengajak korban untuk membeli wortel untuk Mario. 
“Saya bilang buat dia. Kaki saya kotor saya harus membersihkan dulu kaki saya. Pelaku langsung mengambil Mario yang sedang saya gendong, dia menyarankan saya ke toilet umum yang ada di terminal,” bebernya.
Menurut Hartina, ketika dirinya baru beberapa langkah menuju toilet, anaknya menangis. Dan ketika korban menoleh ke belakang, ternyata pelaku sudah tidak berada di tempat atau sudah kabur bersama anaknya.
“Saya langsung mencari anak saya tapi tidak ketemu. Dari situ baru saya sadar kalau saya sudah dihipnotis orang yang tadi mengajak saya ke pasar. Saat makan bakso juga kuah bakso berubah ketika saya membeli teh gelas itu. Mungkin dia menghipnotis saya saat makan bakso itu,” kisahnya.
Lantaran tidak berhasil menemui anaknya, korban lantas ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pulau Ambon Pulau – Pulau Lease melaporkan kasus penculikan anaknya.

RABU, 26 Agustus 2015
Jurnalis       : Samad Vanath Sallatalohy
Foto            : Samad Vanath Sallatalohy
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...