Kaya Manfaat, Warga Pertahankan Mangrove di Perkampungan Nelayan

LAMPUNG — Kaya akan manfaat, warga Bakauheni tetap mempertahankan ratusan tanaman bakau (mangrove) di sekitar perkampungan nelayan sejak beberapa tahun ini akibat pembangunan yang semakin menggerus wilayah mereka.
Salah satu warga, Dayat (45) menyebutkan, Penebangan dan perusakan lahan mangrove untuk pembangunan semakin meningkat semenjak tahun 2000 hingga saat ini, beberapa kawasan saat ini sudah ditimbun untuk pembangunan dermaga serta pembangunan perumahan. .
“Saya masih ingat di sekitar kawasan Muara Piluk ini dahulu banyak pohon bakau yang membentang hingga ke Muara Bakau namun saat ini sudah menyusut dan tersisa di sekitar perkampungan kami,”ungkap Dayat saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (18/8/2015).
Keputusan untuk mempertahankan ratusan mangrove yang masih tersisa tersebut setelah beberapa tahun lalu sempat terjadi cuaca buruk yang mengakibatkan atap sebagian rumah warga terbawa angin. Kecepatan angin yang besar dari arah laut Selat Sunda akibat tak terhalang mangrove membuat warga akhirnya melarang menebang ratusan mangrove di kawasan Muara Piluk.
“Pengalaman buruk akibat tak adanya tanaman mangrove dan membawa bencana di wilayah sini membuat kami akhirnya sadar untuk tidak menebang pohon bakau, jadi sekarang sudah terlihat besar dan tinggi,”ungkap Dayat.
Semenjak ratusan tanaman mangrove tersebut dipertahankan, saat ini lokasi tersebut dipergunakan untuk dermaga tradisonal. Akar akar pohon bakau bahkan dipergunakan oleh nelayan untuk menambatkan perahu. 
Warga mengaku keberadaan tanaman mangrove tersebut sangat diperlukan mencega bencana, salah satunya untuk penahan angin. Meskipun demikian dia mengaku untuk saat ini belum melakukan penambahan penanaman mangrove sementara tanaman mangrove yang ada merupakan tanaman yang tumbuh dengan sendirinya.
“Kita masih pertahankan tanaman yang ada tapi kalau nanti memang perlu ditanami mangrove tambahan akan kita lakukan penanaman, mungkin kerjasama dengan instansi terkait karena mangrove sangat bermanfaat bagi warga,”ungkapnya.
Dari pantauan Cendana News, nelayan di sekitar Bakauheni mempergunakan kawasan mangrove Bakauheni untuk lokasi dermaga tradisional. Sementara itu pentingnya fungsi mangrove juga masih dipertahankan oleh warga di sekitar Pulau Rimau Balak terutama di area yang berdekatan dengan dermaga. Warga masih mempertahankan tanaman mangrove sebagai pelindung dermaga dari gelombang pasang serta angin kencang.
Fungsi tanaman mangrove di perkampungan nelayan Pegantungan juga dirasakan penting untuk penahan abrasi bagi lahan pertambakan milik warga yang saat ini masih dipertahankan. Beberapa hektar lahan tambak bahkan memiliki tanaman mangrove sebagai pagar alam dari terjangan ombak dan angin dari arah laut.

SELASA, 18 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...