Keberadaan BIL Dinilai Membawa Keberuntungan Bagi Petani Semangka

Penjual semangka Desa Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah NTB
LOMBOK — Kehadiran Bandara Internasional (BIL), Nusa Tenggara Barat (NTB) semenjak diresmikan pada 20 Oktober 2011 telah membawa berkah bagi peningkatan kunjungan wisatawan Pemda NTB, khususnya Pulau Lombok. Selain itu juga membawa keuntungan tersendiri bagi para petani semangka di Desa Tanak Awu, Kabupaten Lombok Tengah.
“Keberadaannya cukup menguntungkan bagi para petani Desa Banyu Urip. Semenjak BIL beroprasi, penjualan buah semangka milik petani harganya cukup menjanjikan,” kata Supriadi petani semangka Desa Tanak Awu, minggu (2/8/2015).
Disebutkan, sebelum BIL beroprasi, petani cukup kesulitan dalam melakukan pemasaran, karena harus ke Kota Praya sebagai pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Tengah.
Supriadi mengatakan, sekarang dengan adanya BIL dengan infrastruktur jalan bagus, petani semangka Desa Tanak Awu tidak perlu lagi repot dan mengeluarkan biaya banyak, serta terhindar dari resiko tertipu para tengkulak, karena sawah tempat menanam semangka berhadapan lansung dengan jalan raya dan BIL.
Fu’ad Hasan petani semangka lain juga mengatakan, sekarang untuk hasil panen bisa kita lakukan sendiri dan tidak perlu melalui tengkulak yang membeli semangka petani dengan sistim borongan.
Lokasi jalan raya yang berdekatan dengan sawah dan banyaknya pembeli baik dari warga sekitar maupun wisatawan yang baru datang dari luar NTB, membuat petani menjual sendiri semangkanya di pinggiran jalan raya
“Petani semangka Desa Tanak Awu sekarang bisa sedikit bernafas legalah kalau dibandingkan dulu, potensi kerugian juga bisa diminimalisir, makanya tidak heran banyak warga lain yang dulunya sempat istirahat menanam, sekarang kembali tertarik, dengan peluang mendapatkan keuntungan setelah BIL beroprasi,” ungkapnya.
MINGGU, 02 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...