Kebutuhan Air Bersih di Pelabuhan Bakauheni Masih Andalkan PDAM

LAMPUNG — Pasokan air bersih beberapa perusahaan di wilayah Bakauheni Lampung Selatan masih tergantung dari pasokan air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Kebutuhan air bersih saat ini masih dipasok PDAM karena lokasi pelabuhan yang berada di pinggir pantai dan rawa rawa sehingga kebutuhan akan air tawar masih harus dipasok dari daerah lain. 
Manager PT Bandar bakau Jaya (BBJ), Tatang mengungkapkan, pasokan air bersih tersebut sebagian besar terserap untuk kebutuhan pengguna jasa yang akan menyeberang dari Pelabuhan BBJ ke Pelabuhan Bojonegara Banten yang menggunakan jasa Landing Craft Tank (LCT) sebagai moda transportasi kendaraan jenis truk ekspedisi.
“Kami telah menyiapkan tower tower penampungan berkapasitas ribuan liter air untuk memenuhi kebutuhan untuk mandi, mencuci dan bahkan untuk memasak kawasan Pelabuhan ini,”ungkap Tatang kepada Cendana News di Bakauheni, Jumat (14/08/2015).
Disebutkan, bagi para sopir, kernet yang menggunakan fasilitas mandi, mencuci di BBJ hingga saat ini bahkan tidak dikenakan biaya. Pemberian kemudahan bahkan diberikan dengan menyediakan mesin cuci sehingga selama pengemudi menunggu untuk naik ke kapal LCT mereka bisa mencuci dan menjemur pakaian.
Sementara itu, salah satu petugas dari PDAM unit Bakauheni Udin (34) mengaku pasokan air bersih dari PDAM  ke sejumlah perusahaan sesuai dengan permintaan. Rata rata dalam sekali pengiriman pihaknya mengirim sebanyak 4.000-6.000 liter untuk memenuhi tower tower penampungan.
“Selama musim kemarau kebutuhan akan air bersih di sejumlah perusahaan memang meningkat, kami akan kirim sesuai kebutuhan perusahaan serta kapasitas di bak penampungan kami sebab debit air dari PDAM cabang juga sedang menurun,”ungkapnya saat ditemui sedang menyalurkan air bersih dari mobil tanki air bersih.
Baca juga: https://www.cendananews.com/2015/08/kemarau-panjang-debit-air-pdam.html
Disebutkan, dalam sehari ia mengaku bisa mengirimkan sekitar 5 hingga 6 truk tanki air bersih dengan rata rata kapasitas mencapai 6.000 liter. Perusahaan perusahaan pemilik kapal bahkan rata rata mendominasi tingginya permintaan akan air bersih.
“Kapal kan memerlukan air bersih selama pelayaran sehingga pasokan harus selalu ada karenanya kami selalu mendapat permintaan air bersih dari beberapa perusahaan pelayaran,”ungkapnya.
Minimnya sumber mata air akibat musim kemarau berkepanjangan serta lokasi di daerah perbukitan serta di pesisir pantai mengakibatkan pasokan ait bersih dari Gunung Rajabasa lalu disalurkan ke bak bak penampungan PDAM Cabang Bakauheni sangat vital. Ribuan warga termasuk perusahaan perusahaan menggantungkan kebutuhan air bersih dari PDAM.
“Meski permitaan dari perusahaan semakin meningkat, namun penyaluran tersebut tidak menggangu pasokan ke rumah penduduk, karena diprioritaskan,”sebutnya. 
Pasokan dari sumber mata air Gunung Rajabasa tersebut menurut Udin disalurkan dengan pipa sepanjang sekitar 10 kilometer ke PDAM Tirtajasa cabang Bakauheni, selanjutnya disalurkan ke PDAM unit Bakauheni dan disalurkan ke konsumen.
JUMAT, 14 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...