Kekeringan, Warga Minahasa Gunakan Air Selokan Untuk MCK

MINAHASA — Kekeringan yang melanda sebahagian daerah di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir telah menyebabkan puluhan hektar sawah di Desa Mokupa, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara rusak. Tidak hanya itu, warga terpaksa menggunakan air selokan untuk keperluan sehari-hari, terutama untuk mandi dan mencuci.
Meski dari segi kesehatan sangat diragukan karena berada di ruas jalan Trans Sulawesi yang diduga telah tercemar dengan limbah dari rumah tangga dan penginapan yang berada disekitar ruas jalan. Namun dikarenakan ketersediaan air yang sangat minim sehingga memaksa warga menggunakan sumber air yang ada. 
Salah seorang warga di  Desa Mokupa, Yopi menyebutkan, mereka terpaksa mengunakan air selokan karena sumur yang ada di daerah mereka telah mengering.
“Sumur di kampong sudah kering dan tidak ada air sejak tiga bulan ini, makanya kami menggunakan air selokan” ujar Yopy di daerah setempat, Senin (31/08/2015).
Tidak hanya sumur yang kering, pasokan air dari Perusahan Air Minum (PAM), milik Pemerintah setempat, yang biasa digunakan oleh warga untuk keperluan hari-hari, kini sudah tidak mengalir karena kekeringan.
Selain sumur warga yang kering, puluhan hektar sawah juga mengalami kekeringan, sehingga sawah yang biasa digunakan untuk menanam padi kini hanya terbiar dan tidak terurus lagi oleh warga karena tidak ada air.
Sawah yang rusak dan kering, kini dimanfaatkan oleh puluhan Hewan seperti Sapi dan Kuda, yang sengaja diberi makan oleh pemiliknya di lokasi sawah, karena sudah ditumbuhi rumput dan tanaman liar.
Warga berharap Pemerintah daerah bisa menyediakan air bersih, sehingga tidak terus menggunakan air selokan, agar tidak terserang penyakit.

SENIN, 31 Agustus 2015
Jurnalis       : Ishak Kusrant
Foto            : Ishak Kusrant
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...