Kemarau Panjang Debit Air PDAM Bakauheni Menurun Drastis

LAMPUNG — Kemarau panjang di Provinsi Lampung yang masih berlangsung hingga awal Agustus ini, menyebabkan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Jasa Cabang Bakauheni mengalami penurunan debit air pasokan.
Kepala Cabang PDAM Tirtajasa Cabang Bakauheni, Siswanto menyebutkan, debit air yang berasal dari mata air Gunung Rajabasa pada musim normal bisa mencapai 16-20 liter per detik. Namun semenjak kemarau panjang, kisaran debit air hanya mampu mencapai 9,3 liter per detik.
“Kami mengambil air dari mata air di Gunung Rajabasa dan ditampung dalam bak penampungan yang kapasitasnya mencapai 1500 meter kubik namun sekarang menyusut drastis,”terang Siswanto kepada Cendana News sambil menunjukkan bak penampungan yang kosong, Minggu (02/08/2015).
Penyusutan debit air di PDAM Tirta Jasa Bakauheni menurut Siswanto mulai terjadi pada awal Juni hingga awal Agustus ini sehingga pasokan ke konsumen mengalami kekurangan dan menggangu distribusi ke sekitar 6.000 lebih warga serta beberapa perusahaan di Bakauheni.
Suplai ke Pelabuhan Bakauheni tersebut meliputi kantin pelabuhan, beberapa dermaga, kantor kantor, kamar mandi serta kebutuhan lainnya. Untuk menyikapi hal tersebut, dilakukan pengaturan suplai agar semua pelanggan mendapatkan air.
“Kini kebutuhan tetap namun suplai yang bisa kita berikan menurun sehingga kita melakukan pengaturan agar semua konsumen bisa memperoleh air meski jumlahnya berkurang dibanding dari biasanya,”terang Siswanto.
Kepala operasional PDAM Titra Jasa Bakauheni, A Roni menambahkan, saat musim kemarau tahun ini masih lebih baik dibanding kemarau pada tahun 2007 dan 2008. Pada tahun ini debit air minimal mencapai 9.3 liter dan turun hingga 5 liter per detik. Sementara pada tahun 2008 dan 2007 bahkan pernah hanya mencapai 3 liter per detik.
Disebutkan, Sumber mata air PDAM Tirta Jasa diambil dengan menggunakan sistem pipanisasi dari lereng Gunung Rajabasa menggunakan pipa sepajang 10 kilometer dari lokasi penampungan awal. Sementara dari lokasi penampungan awal ke perkampungan penduduk jaraknya mencapai sekitar 2 kilometer lebih.
Sebagai salah satu PDAM terbesar di Lampung Selatan, meskipun debit air menyusut namun pengaturan dalam pasokan air membuat distribusi air bersih bisa dipasok secara teratur oleh PDAM tersebut.
Pada saat saat tertentu bekerjasama dengan PDAM unit Bakauheni, PDAM Tirta Jasa Cabang Bakauheni terpaksa berkeliling menggunakan mobil tanki air untuk memenuhi pasokan air bersih warga.
“Kami upayakan ada tangki untuk suplai air dengan keliling ke desa desa sambil memberikan penjelasan ke warga bakauheni kondisi air di bak penampungan yang menyusut,”tegas A Roni.
Langkah ke depan menurut A Roni dan Siswanto, PDAM telah melakukan pencarian sumber mata air baru di lereng Gunung Rajabasa. Pencarian sumber mata air tersebut dilakukan untuk menambah pasokan air bersih untuk wilayah Bakauheni dan sekitarnya.
Untuk diketahui sumber pasokan dari bahan baku air yang diperoleh dari Gunung Rajabasa selanjutnya ditampung di bak penampungan, bak penjernihan kemudian disalurkan ke konsumen.
“Prosesnya lama sehingga kita memiliki bak penjernihan dengan pasir sekitar 7 bak dengan kapasitas rata rata 750 liter, namun saat kemarau ini menyusut,”ungkap Siswanto.
Ia juga berharap kepada pihak terkait atau pihak swasta lain yang mampu menyediakan pasokan air bersih bisa membantu warga dengan menyuplai air bersih dan tak harus mengandalkan dari PDAM yang mulai berkurang debitnya.
Dari pantauan Cendana News, banyak sumur warga kering. Untuk memenuhi kebutuhan, beberapa orang warga membeli dari penjual air keliling.

MINGGU, 02 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...