Kenaikan Cukai Tembakau Dinilai akan Merugikan Petani

Tanaman tembakau petani di Desa Banyu Urip nampak hijau dan tumbuh subur
MATARAM — Kebijakan pemerintah pusat yang terus menaikkan cukai tembakau, tidak saja berdampak terhadap pegawai dan perusahaan rokok, tapi juga petani tembakau.
Hal tersebut dikatakan anggota komisi XI DPR RI, Wilgo Zainal menanggapi adanya desakan dari sejumlah kelompok dan kalangan anti tembakau yang meminta pemerintah menaikkan cukai rokok hingga 57 persen
“Kebijakan menaikkan cukai tembakau jangan hanya dilihat dari sisi dampak buruknya terhadap kesehatan, tapi pemerintah juga harus memperhatikan dampaknya kepada masyarakat, seperti PHK, tutupnya perusahaan rokok kecil dan menengah, termasuk dampaknya terhadap petani, dimana harga tembakau bisa sangat murah dari perusahaan rokok,” kata Zainal di Mataram, (6/8/2015).
Dampak kenaikan cukai rokok pada petani bisa dilihat dalam beberapa tahun terakhir, harga tembakau anjlok dan sangat murah, bahkan banyak di antara petani yang tembakaunya tidak dibayar lunas.
Dampak lain juga bisa dilihat pada tahun 2014, banyak perusahaan rokok merumahkan karyawannya, seperti yang terjadi pada perusahaan bentoel yang terpaksa merumahkan seribu lebih karyawannya dan Empat ribu lebih pada PT. HM. Sampoerna. 
“Aspek pendapatan dan dampak tembakau bagi kesehatan memang penting diperhatikan, tapi dampak sosial ekonomi bagi ribuan bahkan jutaan masyarakat petani dan pekerja pada perusahaan rokok juga jangan dibaikan, sebab makin tinggi cukai rokok, makin besar potensi kematian pabrik demikian pula petani yang menjadi pemasoknya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) NTB, Husni Fahmi mengatakan dalam menghadapi kenaikan cukai rokok, Pemda NTB terus memberikan pelatihan bagi para petani tembakau untuk menaikkan grade atau tingkatan kelas tembakau, ini dilakukan agar petani tidak mengalami kerugian ketika terjadi kenaikan.
“Untuk meningkatkan grade hasil tanaman tembakaunya, perlu ada perbaikan pada pola dan tatacara penanaman termasuk pengelolaan tempat pembakaran, kualitas inilah yang perlu ditingkatkan, salah satunya tembakau viginia, karena memang jenis tembakau ini laku di pasaran namun gradenya perlu ditingkatkan,” katanya.
KAMIS, 06 Agustus 2015
Jurnalis       : Turmuzi
Foto            : Turmuzi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...