Kenaikan Nilai Tukar Dollar ‘Hajar’ Usaha Kecil Menengah


LAMPUNG — Lemahnya nilai tukar rupiah yang pada hari ini mencapai Rp.14.000 per Dollar Amerika berdampak pada berbagai sektor, terutama pada usaha kecil dan menengah, seperti perbengkelan dan toko elektronik. Kenaikan tersebut dipicu berbagai sparepart serta gadget yang harus menyesuaikan dengan kurs dollar.
Dari pantauan ke sejumlah dealer dan bengkel resmi serta gerai partikelir beberapa suku cadang sudah berubah angkanya.
“Ada kenaikan tapi belum begitu signifikan untuk spare part, sedangkan untuk kenaikan ongkos jasa belum ada pemberitahuan lebih lanjut dan saat ini masih normal,” ungkap Herianto di bengkel miliknya, Selasa (25/8/2015).
Ia mengungkapkan kenaikan harga tersebut diakui sebelum dollar mencapai angka Rp14.000,- sehingga besar kemungkinan harga sparepart akan kembali merangkak naik. Kenaikan tersebut mau tidak mau dilakukan sebab sejak dari agen semua sparepart sudah naik.

Sebagai pemilik bengkel kendaraan roda dua ia bahkan mengaku sudah membuat tabel harga baru untuk sejumlah produk. Untuk Yamaha Mio, produk yang naik harga seperti belt yang dari harga Rp.65 ribu menjadi Rp.75 ribu per buah. Lalu roller buatan Thailand juga ada harga baru dari harga Rp.60 ribu menjadi Rp.70 ribu per setnya. Sembari menyebut besaran kenaikan sebesar 10 persen. 

“Saya selalu jelaskan kepada konsumen yang datang bahwa beberapa onderdil naik dan saya selalu beri pilihan ke beberapa produk lain, tapi untungnya konsumen lebih paham akan pengaruh kenaikan dollar,”ungkap laki laki yang memiliki bengkel dengan 3 orang karyawan tersebut. 
Kampas rem depan yang semula seharga Rp 135 ribu kini barunya mencapai Rp 150 ribu. Kampas rem belakang naik Rp 5 ribu menjadi Rp 35 ribu. Harga baru Rp 150 ribu diterangkan Herianto juga untuk belt Vario 110. Ini naik dari harga sebelumnya yang Rp 135 ribu.
Di gerai motor ibukota Kalianda bahkan didapat sejumlah komponen untuk Kawasaki Ninja 250 sudah diberi harga baru.  Harga baru tersebut diberikan terhadap berbagai komponen yang dibeli setelah harga dari distributor naik.
“Gir Belakang merek TK ukuran mata 43 hingga 47 harganya Rp 220 ribu, lalu rantai yang sama ukuran 520 mm harga Rp 194 ribu, dan gir depan merek TK ukuran mata 13 hingga 15 harganya Rp 110 ribu,” terang Robin sang pemilik gerai tersebut.
Ia kemudian menjelaskan produk dengan merek yang sama untuk Honda Verza maupun Neotech. Gir belakang ukuran mata 38 hingga 58 harga dihargai Rp 130-187 ribu. Rantainya yang ukuran 428 saat ini dihargai Rp 140 ribu.
Sementara itu di bengkel resmi motor diketahui belum ada harga baru sejak akhir tahun lalu. Meskipun waktu itu naik harga di kisaran 10 persen dari harga sebelumnya. Seperti bengkel resmi merk terkenal di bilangan Kalianda harga belt dan rollernya Rp 173 ribu.
Komponen kendaraan roda dua lainnya yang mengalami kenaikan diantaranya kampas rem depan dan belakang masing-masing Rp 49 ribu dan 45 ribu. Oli mesin Rp 39,5 ribu per kemasan dan filter udara Rp 45 ribu.Kampas rem depan dan belakang buat Verza maupun New Mega Pro Rp 44 ribu dan Rp 55 ribu. 
Kenaikan harga untuk pelumas tersebut bahkan diakui oleh Robin sering digunakan oleh “oknum nakal” untuk melakukan pemalsuan oli. Tanpa mau menyebut merk dan penyuplainya, Robin mengungkapkan sudah menjadi rahasia umum oli yang beredar bisa dikategorikan dengan oli original dan oli KW.
“Saya sebut saja merk terkenal tertentu kalau asli ada hologramnya namun yang KW bisa dilihat dari ukuran volumenya serta di tutup produknya ada perbedaan,”ungkap Robin.
Ia mengakui permainan tersebut semakin terasa saat kusr dollar naik dan harga harha sparepart asli ikut naik. Distributor secara tersembunyi dengan sepengetahuan bengkel biasanya melakukan praktek semacam itu untuk menghindari kerugian.
Robin mencontohkan jika ia membeli sebanyak 10 dus kampas rem, maka 2 diantaranya dipastikan akan ada yang KW dan praktek tersebut sepengetahuan penjual dan pembeli.
“Kita sama sama paham dan kepada konsumen tetap kita beri tawaran mau gunakan yang asli atau yang KW dengan selisih harga bisa mencapai Rp10ribu, untuk oli pelumas saja yang asli seharga Rp50ribu tapi yang KW bisa mencapai Rp40ribu,”terang Robin.
Hal serupa juga dialami oleh pemilik toko sepeda yang mengaku beberapa jenis sepeda mengalami kenaikan harganya dari kisaran Ro20ribu hingga Rp30ribu. Kenaikan tersebut terjadi sejak sebulan belakangan seiring dengan buruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar.
Sementara itu pengaruh dollar juga diakui oleh penjual barang barang elektronik.Salah satu pemilik konter penjualan handphone di pasar Bakauheni Lampung Selatan mengaku beberapa produk masih dijual dengan harga lama sebelum dollar naik.
“Saya memiliki banyak stok lama dan akan saya jual dengan harga lama, kalau dijual harga baru kasian konsumen dan pelanggan bisa lari,”ujar Mamat pemilik Logam Cell.
Ia mengaku jika di agen sudah naik akibat pengaruh dollar mau tidak mau ia akan menaikkan harga dengan kurs yang berlaku saat ini. Ia juga mengakui penjualan handphone serta aksesoris lainnya saat ini sedang lesu.
Ia berharap dengan melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika tidak berdampak buruk bagi usahanya sebab sebagai pemilik konter ia mengakui minat masyarakat akan barang elektronik saat ini cukup tinggi.

SELASA, 25 Agustus 2015
Jurnalis       : Henk Widi
Foto            : Henk Widi
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...