Kepala Dinas P dan P Pegunungan Bintang Teridentifikasi

Kabid Dokkes RS Bhayangkara Polda Papua, Kombes Pol dr. Ramon Amiman (kanan) saat berikan keterangan pers didampingi Karo Rena dan Kabid Humas Polda Papua

JAYAPURA — Tim DVI berhasil mengidentifikasi tiga jenazah, korban jatuhnya pesawat Trigana Air ATR 42 lambung PK-YRN nomor penerbangan IL-257 di Pegunungan Bintang. Salah satunya yang teridentifikasi yakni Kepala Dinas P dan P Pegunungan Bintang, Hosea Uropdana.
Kabid Dokkes Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Kombel Pol dr. Ramon Amiman mengatakan di hari rilis terakhir proses identifikasi sesuai data primer dan sekunder, pihaknya berhasil mengidentifikasi tiga jenazah.
“Kantong jenazah 019 tak terbantahkan sebagai Jackson Wayam, 24 tahun. Kantong jenasah 031 tak terbantahkan sesuai data primer dan sekunder, maka kantong jenasah tersebut sebagai Hosea Uropdana, 55tahun dari Yahim, Sentani, Kabupataen Jayapura” kata Ramon, Kamis (27/08/2015).
Selanjutnya, kata Ramon, kantong jenasah 040 tak terbantahkan Elipas Uropmabin (22thn) pekerjaan Mahasiswa. Ditambahkannya, hasil identifikasi ini adalah hasil identifikasi tanpa menggunakan DNA.
“Sudah 27 korban yang berhasil diidentifikasi, berdasarkan data primer berupa gigi dan sebagiannya sidik jari, serta berdasarkan catatan medis dan properti yang melekat pada tubuh korban,” ujarnya.
Menurutnya, semua korban yang belum teridentifikasi, jaringan tubuh yang akan mengabil profil DNA telah diambil, kemudian keluaraga korban seluruhnya telah diambil data dan DNA-nya.
“Apakah nanti cocok tidak dari DNA korban dengan DNA pembanding dari keluarga korban,” kata Ramon dalam sesi tanya jawab usai konferensi pers.
Ia menambahkan, apabila 27 jenazah yang saat ini tengah diidentifikasi melalui tes DNA dan tidak menemukan kecocokan dengan keluarga korban, kemungkinan besar ada jenazah yang belum diterima tim DVI saat evakuasi berlangsung.
“Kalau nanti masih ada korban yang belum teridentifikasi, maka kami belum mendapatkan tubuh korban atau tidak termasuk jenazah yang terkirim ke tim DVI ini,” tutupnya.
Sekedar diketahui, hingga hari ke-delapan proses identifikasi yang dilakukan Tim DVI Mabes Polri dan Polda Papua. Tim identifikasi berhasil mengidentifikasi jenasah sebanyak 27 jenasah, korban jatuhnya pesawat Trigana Air. Selanjutnya, 27 sampel DNA akan dicocokkan dengan sampel DNA dari keluarga korban.
Berikut 3 jenasah yang berhasil teridentifikasi:
  1. Jackson Wayam (24thn), domisili Kabiding, Yunabo, Kabupaten Pegunungan Bintang;
  2. Hosea Uropdana (50thn), Kepala Dinas P & P Pegunungan Bintang, Yahim, Sentani, Kabupataen Jayapura;
  3. Elipas Uropmabin (22thn), Mahasiswa, domisili jalan Alemson KM 64, Kampung Masum Payol, 4 Distrik Alemson, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Sebelumnya, telah teridentifikasi 24 jenasah, antara lain:
  1. Terianus Halawala;
  2. Mathius Nicolas Aragae;
  3. La Boni alias Boni Woriori;
  4. Wendepen Bamulki;
  5. Asirum;
  6. Agustinus Lukas Luanmase;
  7. Dita Amilia Kurniawan;
  8. Teguh Warisman Sane;
  9. Emilia Gobay;
  10. Milka  Kakyarmabin;
  11. Oscar Mangonto;
  12. Hasanudin;
  13. Obed Trukna;
  14. Yusran;
  15. Amran;
  16. Egenio Dilam;
  17. Marselino DK. Karubaba;
  18. Esap Aruman;
  19. Jhon Baltazar Gasper;
  20. Ewelin Uropmabin;
  21. Valerin;
  22. Kepi Deal;
  23. Ariain Falani;
  24. Eki Kimki.

KAMIS, 27 Agustus 2015
Jurnalis       : Indrayadi T Hatta
Foto            : Indrayadi T Hatta
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...