Kepala PLN Ruteng Siap Telusuri Dugaan Dualisme Penagihan Lampu Sehen

FLORES — Pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) Ranting Ruteng siap menelusuri dugaan adanya dualisme penagihan iuran lampu Super Ekstra Hemat Energi (Sehen) yang dialami pelanggan di area pelayanan Kabupaten Manggarai, Flores, NTT. Hal ini disampaikan oleh Kepala PLN Ranting Ruteng, Soeharto, Rabu (26/08/2015).
“Saya akan coba menggali, saya akan telusuri, petugas saya yang melakukan itu. Kalau memang tidak terdapat di agen saya, nanti kita akan bantu cari tahu. Nanti tolong kasih saya nama-nama mereka. Karena ini menyangkut nama baik PLN juga,” ungkap Soeharto kepada Cendana News.
Terkait pola penagihan lampu Sehen, Soeharto mengakui, pihaknya melakukan kerjasama dengan pihak ketiga. “Kami itu punya agen. Agen-agen ini yang membantu kami melakukan penagihan. Itu ada beberapa agen. Ada agen-agen yang seiring waktu berjalan, ada agen yang tidak aktif lagi. Agen-agen ini yang mungkin melakukan penagihan dan tidak stor ke PLN, sehingga terjadilah tunggakan,” jelasnya.
Sebenarnya, kata dia, penyimpangan dalam hal penagihan bisa ditekan atau diantisipasi apabila para pelanggan tertib melakukan pembayaran iuran setiap bulan untuk langsung dilakukan autodebet. Agen-agen ini bekerja melakukan penagihan untuk satu desa ataupun kecamatan.
“Sebenarnya tunggakan itu bisa tidak terjadi kalau pelanggan itu sadar untuk membayar kredit. Dengan catatan untuk menyimpan deposito, sehingga otomatis PLN langsung melakukan autodebet. Namun, karena pelanggan ini tidak pernah menyimpan lagi sebagai deposito, terjadilah tunggakan. Makanya kami menggunakan agen kami untuk melakukan penagihan tunggakan,” tutur Soeharto.
Agen-agen ini, diakui dia, diberi kepercayaan hanya untuk jangka waktu tertentu. “Ada kadaluwarsanya. Paling lama satu tahun, selalu ada pergantian kerjasama. Supaya jangan sampai di tengah perjalanan mereka pergi. Manakala mereka menagih dan tidak menyetor ke PLN, uangnya menjadi tanggung jawab dia. Dan apabila suatu saat melakukan penyimpangan atas uangnya, berarti dia akan kami proses. Kalau terjadi seperti mungkin saja,” jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, pelanggan lampu Sehen PLN Ruteng di Desa Jaong, Kecamatan Satarmese, mengeluhkan dualisme penagihan yang dialaminya. Dirinya mengakui harus membayar dua kali untuk satu jangka waktu tagihan yang sama karena ternyata uang yang sudah distor melalui penagih sebelumnya tidak sampai di tangan pihak PLN Ruteng.
Padahal dirinya terpaksa harus membayar sebelumnya dengan nominal uang jutaan rupiah karena diancam dengan tindakan mencabut lampu Sehen dari rumahnya oleh penagih yang mengaku utusan PLN Ruteng. Sementara itu, bahkan buku rekening yang dibawa penagih untuk dilakukan autodebet hingga kini belum juga dikembalikan.
KAMIS, 27 Agustus 2015
Jurnalis       : Fonsi Econg
Foto            : Fonsi Econg
Editor         : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...